Opini

Urgensi PKN sebagai Asas Jiwa Nasionalisme Pelajar

Urgensi PKN sebagai Asas Jiwa Nasionalisme Pelajar

Oleh : Syeli Mutiatul Hilmy, Mahasiswa Prodi Teknik Informatika, Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal

Peran pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan dalam menumbuhkan sikap Nasionalis pada generasi muda di era sekarang. Modernisasi budaya saat ini menyebabkan perubahan nilai dan sikap masyarakat dan generasi muda serta mengarah pada kecenderungan melemahnya nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda. Tujuan utama Pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran, sikap serta perilaku.

Fungsi Pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang cerdas, terampil dan berkepribadian yang setia kepada bangsa dan negara dengan merefleksikan dirinya dalam kebiasaan dalam berpikir dan bertindak. Generasi muda mengembangkan karakter nasionalisme melalui tiga proses yaitu : Pembangun Karakter, Pemberdayaan Karakter, Perekayasa Karakter.

Bentukan rasa nasionalisme di era sekarang ini sedang berada di masa kritis terutama di kalangan generasi muda. Nilai karakter nasionalis adalah cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian dan lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik, serta mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan mereka sendiri dan kepentingan kelompok.

Terlihat dari banyaknya anak muda yang semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda ini semakin menurun, dan mereka percaya bahwa budaya barat lebih baik dan lebih modern dari budaya mereka sendiri yang dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Banyak generasi muda, terutama di kalangan mahasiswa, yang terbawa arus oleh budaya-budaya Barat dan sesuai keinginannya sendiri. Hal ini terlihat pada gaya hidup berperilaku, berpakaian, dan berbicara yang cenderung lebih menyukai dan meniru budaya asing dibandingkan dengan budayanya sendiri.

Baca juga :  Jiwa Corsa Saudagar Muhammadiyah

Pendidikan dan pembelajaran kewarganegaraan merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah hal tersebut terjadi, terutama di kalangan generasi muda. Salah satu fungsi dari kewarganegaraan adalah untuk melatih dan membina sikap yang benar, khususnya generasi muda karena akan menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan kecintaannya kepada tanah air generasi muda lah yang menjadi penerus bangsa. Dalam pembelajaran inilah, generasi muda akan senantiasa diberikan dan dibekali oleh hal-hal yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme yang ada di dalam dirinya. Pembentukan karakter, sikap, dan tingkah laku menjadi hal yang akan diutamakan dalam kewarganegaraan untuki mendidik generasi muda menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Pembelajaran kewarganegaraan merupakan cara yang efektif untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, terutama di kalangan generasi muda. Salah satu tugas Pendidikan kewarganegaraan adalah mendidik dan mencerdaskan generasi muda maupun warga negara, khususnya generasi muda penerus bangsa, agar menjadi warga negara yang baik dan bernegara. Pendidikan sangat penting bagi generasi muda karena menumbuhkan kesadaran. Pendidikan kewarganegaraan idealnya diketahui dan dipelajari oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Dengan begitu, penerapan pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan pada Pendidikan formal sangat penting, dengan harapan nilai-nilai kewarganegaraan tadi tidak hanya menjadi teori yang dihafalkan, namun dapat tumbuh dan mengakar di setiap Pelajar/Mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menjadi warga yang bermoral, berjiwa nasional, dan bermartabat sehingga citra “Masyarakat Bermoral” yang dimiliki Indonesia dapat terus dilestarikan dan terus hingga generasi selanjutnya.

Baca juga :  Penguatan Pengkaderan di Tingkat Ranting

Pendidikan kewarganegaraan juga mendorong pelajar untuk berperan aktif dalam pengabdian sosial. Melalui program-program pembelajaran yang melibatkan kegiatan di masyarakat, pelajar dapat belajar tentang pentingnya membantu sesama teman maupun masyarakat sekitar, memperhatikan masalah sosial, dan berkontribusi dalam upaya perbaikan dan kebenaran. Dengan mengembangkan kesadaran sosial dan semangat gotong royong, para Pelajar/Mahasiswa menjadi agen perubahan yang berpotensi mengatasi berbagai tantangan sosial masyarakat yang lebih baik.

Kewarganegaraan juga berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan toleransi pelajar. Diajarkan untuk mempertanyakan informasi, menganalisis isu-isu yang kompleks, dan mengambil keputusan yang bijak. Pelajar juga diajarkan untuk menghormati perbedaan pendapat, menghargai keragaman, dan berkomunikasi secara8 efektif dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Kemampuan ini penting dalam membangun masyarakat,Pelajar/Mahasiswa yang harmonis.

Daftar Pustaka :
Sulastri, Peran Penting Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Menumbuhkan Sikap Nasionalisme Pelajar di Indonesia, 11 April 2023
Azka Yasmina, Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa, 12 April 2023
Novia Eka Widiastuti, Lunturnya Sikap Nasionalisme Generasi Milenial Terhadap Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ,tahun 2021. Journal of Sociology,Education,and Development

Related posts
Opini

UKT Ugal-Ugalan: Pendidikan untuk Siapa?

Oleh: Riza A. Novanto, M.Pd – Pemerhati Pendidikan, Dosen STIKes Muhammadiyah…
Read more
Opini

Mengenal Karakter Umum Pengikut Salafi

Oleh: Dr H Ali Trigiyatno, MAg – Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng Berdasarkan pengamatan…
Read more
Opini

Menebar Kebaikan di Era Disrupsi

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Era Disrupsi sudah tidak…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *