Opini

Urgensi Literasi Obat di Masyarakat Era Society 5.0 (Bagian 1)

Urgensi Literasi Obat di Masyarakat Era Society 5.0 (Bagian 1)

Oleh Fatika Sari, PK IMM Insan Kamil Universitas Muhammadiyah Kudus

Krisis literasi obat merupakan masalah serius yang dihadapi oleh masyarakat modern. Kurangnya pemahaman tentang penggunaan obat tepat dan rasional, penggunaan obat bebas secara berlebihan, serta kurangnya pemahaman tentang cara menyimpan dan membuang obat dengan benar, menjadi masalah yang sering dijumpai di tengah masyarakat [1]. Faktor-faktor seperti minimnya sumber bacaan, kurangnya pustakawan, buruknya fasilitas perpustakaan, dan belum optimalnya budaya membaca, menjadi benang kusut yang harus segera diurai [2][3]. Selain itu, informasi palsu di media sosial dan rendahnya kompetensi pendidikan turut menyebabkan krisis literasi obat ini [4].

Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan literasi obat di masyarakat sangat penting guna memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif. Gerakan Literasi Nasional (GELINAS) dan program Indonesia Pintar merupakan beberapa inisiatif pemerintah untuk mengatasi krisis literasi obat di Indonesia [3][5].

Keterbatasan edukasi konvensional dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat era Society 5.0 terletak pada kurangnya kemampuan edukasi konvensional dalam mengakomodasi perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat. Pendidikan konvensional yang hanya berfokus pada literasi baca-tulis, numerasi, sains, dan sebagainya, tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan literasi obat di era Society 5.0.

Selain itu, kurangnya akses terhadap sumber informasi yang terpercaya dan mudah dipahami juga menjadi kendala dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan edukasi yang lebih holistik dan terintegrasi, yang mampu mengakomodasi perkembangan teknologi dan informasi, serta memperhatikan kebutuhan literasi obat di era Society 5.0.

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan literasi digital, yang dapat membantu masyarakat dalam mengakses informasi obat yang terpercaya dan mudah dipahami [6][7]. Selain itu, pemberdayaan masyarakat melalui program-program edukasi yang terintegrasi dengan teknologi digital juga dapat menjadi solusi dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat era Society 5.0 [8].

Era Society 5.0 merupakan masalah baru dalam sejarah yang mencakup perubahan yang pesat dalam beberapa aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Tantangan utama yang dihadapi dalam era Society 5.0 meliputi kemajuan teknologi dan perubahan cara hidup dan kerja [9][10]. Dalam konteks ini, transformasi pendidikan sangat penting untuk menghadapi tantangan ini dan meningkatkan literasi obat di masyarakat. Berikut ini beberapa aspek penting dalam transformasi pendidikan di era Society 5.0:

1. Pendidikan karakter

Pendidikan karakter menjadi penting dalam era Society 5.0, karena kemajuan teknologi dan perubahan cara hidup dan kerja [9]. Generasi Z, yang menjadi pemaina terkemuka di era Society 5.0, memerlukan pendidikan yang mengakomodasi kemajuan teknologi dan mengembangkan karakter yang sesuai dengan norma gaya hidup masing-masing masyarakat [9].

2. Digitalisasi sistem pendidikan

Sektor pendidikan harus mampu beradaptasi dengan digitalisasi sistem pendidikan yang berkembang, seperti modul peningkatan kompetensi digital bagi pendidik dan tenaga kependidikan [9]. Hal ini mencakup penggunaan teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan big data, dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan kreatif [6].

3. Literasi digital

Literasi digital menjadi penting dalam era Society 5.0, karena memungkinkan masyarakat untuk mengakses informasi yang terpercaya dan mudah dipahami [9]. Dalam konteks ini, penting untuk mengembangkan literasi digital dan mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan, seperti menggunakan teknologi untuk mengakomodasi informasi obat yang sesuai dan benar [10].

4. Pengembangan kompetensi sosial dan emosional

Dalam era Society 5.0, kompetensi sosial dan emosional menjadi semakin penting, karena kemajuan teknologi dan perubahan cara hidup dan kerja [9]. Pendidikan harus mengintegrasikan pengembangan kompetensi sosial dan emosional dalam kurikulum, untuk membantu masyarakat menghadapi tantangan yang dihadapi dalam era Society 5.0.

5. Pengembangan keterampilan mandiri

Pendidikan di era Society 5.0 harus mengembangkan keterampilan mandiri dan kreativitas masyarakat, karena kemajuan teknologi dan perubahan cara hidup dan kerja [9]. Hal ini mencakup pengembangan keterampilan berpikir kritis, negosiasi, dan adaptasi terhadap perubahan yang cepat.

Dalam menghadapi tantangan pendidikan di era Society 5.0, penting untuk mengembangkan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, inklusif, dan kreatif, yang mampu mengakomodasi perkembangan teknologi dan informasi, serta memperhatikan kebutuhan literasi obat di masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan teknologi dan mengembangkan kompetensi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di era Society 5.0 menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan literasi obat di masyarakat.

Baca juga :  Jurnal UMKU Raih Akreditasi Sinta Kemenristek RI

Dalam era Society 5.0, di mana teknologi informasi dan kecerdasan buatan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, urgensi literasi obat dalam konteks kesehatan masyarakat menjadi semakin penting. Literasi obat, sebagai salah satu dari enam literasi dasar, memainkan peran kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, selain literasi baca dan tulis, numerasi, dan literasi sains [6]. Dalam konteks ini, literasi digital menjadi kunci dalam penguatan pendidikan karakter menuju era Society 5.0, di mana setiap orang harus memiliki akses terhadap informasi obat yang akurat dan berkualitas tinggi [9].

Pentingnya literasi obat juga terkait dengan perkembangan masyarakat ke arah digitalisasi, di mana akses terhadap informasi kesehatan melalui platform digital menjadi semakin umum. Oleh karena itu, masyarakat perlu dilengkapi dengan literasi obat yang memadai untuk dapat memilah, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan yang diperoleh secara digital dengan bijak [7]. Dalam konteks kesehatan masyarakat, literasi obat yang kuat akan membantu individu dalam pengambilan keputusan yang lebih cerdas terkait penggunaan obat, pemahaman terhadap informasi dosis, efek samping, dan interaksi obat, serta kemampuan untuk memahami informasi kesehatan yang kompleks [11].

Oleh karena itu, dalam era Society 5.0, transformasi edukasi menjadi krusial dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat. Pendidikan karakter, digitalisasi sistem pendidikan, pengembangan literasi digital, pengembangan kompetensi sosial dan emosional, serta pengembangan keterampilan mandiri menjadi fokus utama dalam memastikan bahwa masyarakat dilengkapi dengan literasi obat yang memadai [9][10]. Dengan demikian, urgensi literasi obat dalam konteks kesehatan masyarakat di era Society 5.0 menjadi semakin penting, dan transformasi edukasi menjadi kunci dalam memastikan bahwa masyarakat mampu menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks di era digital ini.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memiliki peran yang signifikan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi obat di era Society 5.0. Dengan memanfaatkan platform digital dan teknologi informasi, IMM dapat lebih efektif dalam menyampaikan informasi terkait literasi obat kepada masyarakat luas, sesuai dengan tuntutan era Society 5.0 yang mengedepankan pemanfaatan teknologi untuk peningkatan kualitas hidup. Dengan demikian, peran IMM sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat sangatlah penting, terutama dalam menghadapi dinamika perubahan yang dituntut oleh era Society 5.0.

Perkembangan konsep edukasi interaktif menjadi solusi dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat era Society 5.0. Konsep edukasi interaktif memungkinkan masyarakat untuk memperoleh informasi obat yang akurat dan berkualitas tinggi melalui platform digital yang interaktif dan mudah dipahami [10]. Dalam konteks ini, literasi digital menjadi kunci dalam penguatan pendidikan karakter menuju era Society 5.0, di mana setiap orang harus memiliki akses terhadap informasi obat yang akurat dan berkualitas tinggi [9].

Pendidikan karakter menjadi penting dalam era Society 5.0, karena kemajuan teknologi dan perubahan cara hidup dan kerja [9]. Generasi Z, yang menjadi pemain terkemuka di era Society 5.0, memerlukan pendidikan yang mengakomodasi kemajuan teknologi dan mengembangkan karakter yang sesuai dengan norma gaya hidup masing-masing masyarakat [9]. Oleh karena itu, pendekatan edukasi interaktif yang mengintegrasikan teknologi dan pengembangan karakter menjadi solusi dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat era Society 5.0.

Pengembangan literasi digital juga menjadi penting dalam era Society 5.0, karena memungkinkan masyarakat untuk mengakses informasi obat yang terpercaya dan mudah dipahami [10]. Dalam konteks ini, penting untuk mengembangkan literasi digital dan mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan, seperti menggunakan teknologi untuk mengakomodasi informasi obat yang sesuai dan benar [10]. Selain itu, pemberdayaan masyarakat melalui program-program edukasi yang terintegrasi dengan teknologi digital juga dapat menjadi solusi dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat era Society 5.0 [7].

Baca juga :  UMKU Terjunkan Mahasiswa Untuk Program Kemanusiaan di Cianjur

Adaptasi paradigma edukasi terkini dalam konteks obat merupakan suatu keharusan dalam menghadapi perubahan zaman, terutama di era Society 5.0. Paradigma pendidikan saat ini mengalami transformasi yang signifikan akibat perkembangan teknologi dan informasi, termasuk dalam hal literasi obat. Adaptasi ini menjadi semakin penting mengingat peran kunci literasi obat dalam kesehatan masyarakat.

Dalam situasi pandemi COVID-19, pendidikan dan paradigma edukasi mengalami perubahan yang signifikan. Pembelajaran daring dan penggunaan teknologi digital menjadi hal yang umum, termasuk dalam konteks pendidikan kesehatan dan literasi obat. Adaptasi paradigma edukasi terkini dalam konteks obat melibatkan penggunaan inovasi terbaru dalam teknologi pendidikan yang fleksibel, yang dapat mengubah masa depan pendidikan kedokteran dan memfasilitasi pelatihan [12]. Hal ini mencakup pengembangan platform digital interaktif yang memungkinkan masyarakat untuk memperoleh informasi obat yang mudah dipahami dan terpercaya [13].

Selain itu, adaptasi paradigma edukasi terkini juga harus memperhatikan literasi digital, yang menjadi kunci dalam penguatan pendidikan karakter menuju era Society 5.0. Masyarakat perlu dilengkapi dengan literasi digital yang memadai guna dapat memilah, memahami, dan menggunakan informasi obat yang diperoleh secara digital dengan bijak [14]. Pengembangan literasi digital juga akan membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks di era Society 5.0.

Adaptasi paradigma edukasi terkini dalam konteks obat juga memerlukan pemahaman yang mendalam tentang teori adaptasi, khususnya dalam hal penyesuaian terhadap lingkungan, pekerjaan, dan pelajaran. Konsep adaptasi menjadi kunci dalam memahami bagaimana pendidikan harus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, termasuk dalam hal literasi obat [15].
Dengan demikian, adaptasi paradigma edukasi terkini dalam konteks obat menjadi krusial dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat era Society 5.0. Melalui pendekatan edukasi interaktif, pengembangan literasi digital, dan pendidikan karakter, masyarakat akan lebih mampu memahami dan memanfaatkan informasi obat secara bijak dan bertanggung jawab, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Transformasi digital dan edukasi interaktif memainkan peran kunci dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat era Society 5.0. Era Society 5.0, yang ditandai oleh integrasi teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan, menuntut adaptasi dalam pendekatan edukasi untuk memenuhi tuntutan masyarakat modern. Dalam konteks literasi obat, transformasi digital memungkinkan pengembangan platform interaktif yang memfasilitasi akses terhadap informasi obat yang akurat dan mudah dipahami. Selain itu, literasi digital juga menjadi kunci dalam penguatan pendidikan karakter, karena memungkinkan masyarakat untuk memilah, memahami, dan menggunakan informasi obat yang diperoleh secara digital dengan bijak.

Pendidikan karakter juga memainkan peran penting dalam merespons tuntutan masyarakat modern terkait literasi obat. Generasi Z, yang menjadi pemain terkemuka di era Society 5.0, memerlukan pendidikan yang mengakomodasi kemajuan teknologi dan mengembangkan karakter yang sesuai dengan norma gaya hidup masing-masing masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan edukasi interaktif yang mengintegrasikan teknologi dan pengembangan karakter menjadi solusi dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat era Society 5.0.

Dalam konteks literasi obat, pendidikan karakter juga harus menjadi fokus utama dalam pendekatan ini, untuk mengembangkan kemampuan masyarakat dalam mengelola informasi obat secara bijak dan bertanggung jawab. Adaptasi paradigma edukasi terkini juga harus memperhatikan literasi digital, yang menjadi kunci dalam penguatan pendidikan karakter menuju era Society 5.0. Masyarakat perlu dilengkapi dengan literasi digital yang memadai guna dapat memilah, memahami, dan menggunakan informasi obat yang diperoleh secara digital dengan bijak.

Dengan demikian, transformasi digital dan pendidikan karakter memainkan peran kunci dalam merespons tuntutan masyarakat modern terkait literasi obat di era Society 5.0. Melalui pendekatan edukasi interaktif, pengembangan literasi digital, dan pendidikan karakter, masyarakat akan lebih mampu memahami dan memanfaatkan informasi obat secara bijak dan bertanggung jawab, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Daftar Pustaka :
[1]https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20151127/2813774/pemahaman-masyarakat-akan-penggunaan-obat-masih-rendah/
[2] https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/04/10/mengurai-benang-kusut-krisis-literasi
[3]https://jatimnow.com/baca-58650-krisis-literasi-hingga-peradaban-pendidikan-indonesia
[4]https://ejournal.unib.ac.id/index.php/bjp/article/download/15589/7585
[5]https://www.radio.denpasarkota.go.id/berita/gema-cermat-tingkatkan-edukasi-masyarakat-dalam-penggunaan-obat
[6]https://repository.ung.ac.id/get/kms/31324/Book-Chapter-Re-Fokus-Pembelajaran-Pengajaran-Pedagogical-Leadeship-di-Era-Society-50.pdf
[7]http://repository.radenintan.ac.id/22335/1/Skripsi%201-2.pdf
[8]http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/download/18698/13595/59217
[9]https://proceeding.unnes.ac.id/snpasca/article/download/2091/1574/5463
[10]http://journal3.um.ac.id/index.php/ft/article/download/3548/2307/7500
[11]http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=769544&title=LITERASI+KESEHATAN+MASYARAKAT+DALAM+MENOPANG+PEMBANGUNAN+KESEHATAN+DI+INDONESIA&val=12563
[12]http://repository.stikesrspadgs.ac.id/465/1/adaptasi_kebiasaan_baru_dalam_kebidanan_di_era_pandemi_covid-19_edisi_2.pdf
[13]http://eprints.unm.ac.id/19188/1/06.%20Perubahan%20Paradigma%20Pendidikan%20Dan%20Ekonomi%20Di%20Masa%20Pandemi%20COVID-19.pdf
[14]https://staffnew.uny.ac.id/upload/131644618/penelitian/Paradigma%20Metode%20Penelitian%20Kualitatif%20%20.pdf
[15]https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/41189/2/17204080026_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf
[16]http://lib.unnes.ac.id/44234/1/Prosiding%20Webinar%20FIP%202020%20-%20AGUS%20BUDIARDJO.pdf
[17]https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JPKIMIA/article/view/13115/0
[18]https://osf.io/etqc9/download/?format=pdf
[19]https://rsb.banjarkab.go.id/webinar-literasi-digital-bersosialisasi-di-ruang-digital-2/
[20]https://repository.bsi.ac.id/repo/files/295753/download/JURNAL-CAKRAWALA-VSS.pdf
[21]https://timesindonesia.co.id/indonesia-positif/369951/fkm-unair-surabaya-gelar-webinar-kesehatan-keamanan-pengobatan-untuk-masyarakat-awam
[22]https://farmasi.unidha.ac.id/2020/11/08/webinar-farmasi/
[23]https://www.researchgate.net/publication/352153816_Analisis_Faktor-Faktor_yang_Memengaruhi_Efektivitas_Webinar_selama_Masa_Pandemi_Covid-19

Related posts
Opini

Idulfitri

Oleh : Wildan Sule Man Tulisan ini saya hadirkan sebab sebentar lagi Ramadhan 1445 H akan segera…
Read more
Opini

Ber-Idul Fitri (Bukan) Hanya Saling Memaafkan

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Idul Fitri merupakan hari raya…
Read more
Opini

Tradisi Mudik & Geliat Ekonomi Kaum Urban

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Tradisi mudik pada hari raya…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *