IslamPopuler KudusSekolah

Terungkap, Begini Cara Orang Tua Prof Mu’ti Mendidik Anaknya!

Ditanya Jamaah Soal Cara Mendidik Anak, Ini Lima Tips dari Prof Mu'ti

Muriamu.id, Kudus – Dalam kesempatan idul fitri 1444 H, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti selalu mudik ke kampung halaman di Kudus. Selain sungkem kepada ibunda, silaturrahmi dengan keluarga memberi energi baru untuk menjalani aktivitasnya.

Tahun ini, selain menjadi imam dan khatib salat idul fitri di PRM Setrokalangan serta sejumlah agenda halal bihalal dan silaturrahmi internal Muhammadiyah, Prof Mu’ti juga menyempatkan diri menghadiri halal bihalal jamaah masjid di kampung halamannya. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 26 April 2023 di serambi Masjid Al Istianah dukuh Srabi Kidul, Getassrabi, Gebog Kudus.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu jamaah bertanya bagaimana cara orang tuanya dalam mendidik hingga Prof Mu’ti menjadi “orang” seperti saat ini.

Baca juga :  Wawancara dengan Radio Australia

Sambil mengingat masa lalu, Prof Mu’ti menjelaskan bahwa ayahnya, H Djamjadi (alm) mendidik dan menanamkan disiplin dengan keras, khususnya soal pendidikan agama dan kerja keras dalam mencapai cita-cita.

“Pak Yadi (orang tuanya, -red) itu (cara) mendidiknya sangat keras. Kalau mengajar saya ngaji, tidak akan berhenti sebelum saya menangis.” kenangnya.

“Dalam pelajaran agama, Bapak tidak mau membelikan kitab, tapi saya harus menulis. Sementara dalam pelajaran umum, buku-buku itu dibelikan. Dengan cara itu, saya setidaknya harus membaca tiga kali lebih banyak dalam pelajaran agama dibanding pelajaran umum.” tambahnya.

Prof Mu’ti juga menyebut bahwa soal salat selalu ditekankan bahkan hingga dirinya menjadi mahasiswa, ketika pulang ke rumah yang ditanyakan pertama kali bukan sudah makan atau belum, tapi sudah salat atau belum.

Baca juga :  Gelar Resepsi Milad ke 111, Muhammadiyah Kudus Hadirkan Ustaz Abdul Mu’ti

Harus Bekerja Keras Mencapai Cita-cita

“Dalam soal fasilitas, orang tua saya tidak mau memanjakan anaknya. Saya yang badannya kecil ini dibelikan sepeda jengki yang ukurannya besar, supaya awet dan bisa dipakai dalam waktu lama.” kenangnya.

“Jadi, karena kalau duduk kaki saya tidak bisa nyampe ke pedal sepeda, maka saya bersepeda sambil berdiri, istilahnya ngodok. Dan itu berlangsung bertahun-tahun sejak saya MTs hingga MA.” tambahnya.

Orang tua Prof Mu’ti juga menekankan agar anak-anaknya tidak cengeng dan mudah menyerah dalam mencapai cita-cita. “Saya dipaksa percaya diri dengan prestasi, bukan dengan fasilitas atau pakaian dan perlengkapan yang dimiliki.” tutupnya.

-sam

Related posts
Kabar MuriaNewsPopuler Kudus

Kapolsek Kudus Kota : Silahkan Jadikan Masjid Polsek Kota Sebagai Markas AMM

Muriamu.id, Kudus — Kapolsek Kudus Kota, Bapak Subkhan, menyampaikan pada Angkatan Muda…
Read more
Kabar MuriaNewsPopuler Kudus

Muhammadiyah Kabupaten Kudus Siap Gelar Shalat Idul Fitri 1445 H di 34 Titik Lokasi

Muriamu.id, Kudus — Melihat keputusan PP Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1445 H jatuh…
Read more
Kabar MuriaNewsPopuler Kudus

Ciptakan Kader Kreatif dan Berkualitas, IPM Ma'ahid Gelar PKDTM 1

Muriamu.id, Kudus — 2-4 April 2024 bertepatan dengan tanggal 23-25 Ramadhan 1445 H, Madrasah…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *