Opini

Teladan KH Subhan Allahu Yarham

Teladan KH Subhan Allahu Yarham

Oleh Heri Iskandar

Hampir sepekan yang yang lalu Muhammadiyah Kudus kehilangan salah satu kader terbaiknya, yaitu Pak Kiai H. Subhan.

Beliau menjadi ulama sekaligus tokoh yang banyak membawa perubahan dan menjadi panutan di Muhammadiyah maupun di Aisyiyah.

Salah satu karya terbaiknya adalah bersama-sama dengan pimpinan dan direksi rumah sakit serta pimpinan Aisyiyah Kudus membagun rumah sakit Sarkies Aisyiyah Kudus, yang pembangunannya hanya dalam tempo dua tahun, sejak tanah rumah sakit itu diserahkan dan diwakafkan ke Aisyiyah Kudus oleh pewakif Bpk Saefullah (Allahu Yarham).

Seorang kader sejati yang dengan semangat hinga akhir hayatnya berkhidmat di Muhammadiyah.

Beliau berjuang lewat dakwah billisan untuk umat dan juga menjadi salah satu garda terdepan dalam struktur fungsional di rumah sakit di bawah naungan Aisyiyah Kudus.

Kalau warga Muhammadiyah Kudus ditanya tentang beliau pasti semua tahu jawabannya pak Subhan Undaan, meskipun domisili beliau di ketanjung Demak yang hanya selisih batas sungai kecil antara undaan dan ketanjung.

Namanya harum dimanapaun terkenal dengan ulamanya dan ketegasanya dalam bersikap dan bertutur.

Terakhir saya ketemu beliau di acara Musyda Muhammadiyah dan Aisyiyah Kudus bulan Mei lalu, di saat sesi Ishoma, banyak hal yang beliau ceritakan.

Beliau mengikuti kegiatan musyda tersebut hingga sore hari, meskipun terlihat suaranya yang sedikit lirih namun semangat perjuangnya yang masih tinggi, semangat inilah yang menjaga dirinya masih terlihat kuat dan tegap meskipun pernah mengalami sakit yang sebenarnya beresiko tinggi.

Baca juga :  Amplop

Saya masih ingat pesan beliau, ketika saya mengobrol tentang kapan diresmikanya “Sarkies” , karena saya meminta untuk dibantu apabila kami dari cabang ingin mendirikan klinik lagi yang dulu pernah ada di PCM kami.

Beliau menjawab “Nanti mas, kalau sarkies sudah diresmikan saya bantu memikirakan pendiriannya, saya fokus dulu untuk launchingnya, karena ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat kudus” dalam ingatan saya.

Beliau juga bercerita suatu saat nanti Muhammadiyah Kudus menjadi terdepan dalam kemajuan bidang kesehatan, pendidikan dan lainya.

Perjuangan beliau totalitas baik di masyarakat maupun persyarikatan, banyak hal beliau yang pegang dari dakwah, pengkaderan hingga urusan birokrasi terselesaikan dan hasilnya sesuai ekspektasi.

Kader seperti inilah yang digadang-gadang di Muhammadiyah, yang memiliki ide cemerlang serta mampu berjuang memajukan Muhammadiyah unggul dan berkemajuan.

Lanjut cerita beliau waktu itu ketika di telpon Sekum PP Muhammadiyah, Pak Abdul Mu’ti untuk hadir di Jakarta bertemu dengan Pak Bahlil, Mentri Investasi dan Penanaman Modal, dalam urusan ijin “Sarkies” dalam penuturannya waktu itu datang ke kantor kementerian setelah magrib dengan ditemani pak Prof. Mu’ti dan Wakil Mentri Pertanahan mas Juli Antoni. “Iya pak, dari Kudus ya, ada urusan apa ini dan saya bisa bantu apa” ceritanya menirukan pak Menteri.

Baca juga :  Ramadan Mubarok

Kemudian beliau melanjutkan “Urusan rumah sakit Sarkies Aisyah pak, yang tinggal kurang satu ijinnya dari kementrian bapak”
Pungkasnya.

Kemudian pak Mentri Bahlil memanggil Wamenya, ditanyai tentang terbitnya ijin Sarkies kapan, dijawab oleh wamenya katanya “Dua hari’.

Kemudian pak Mentri bilang “Kalau bisa satu hari keluar kenapa harus dua hari, kalau buat Muhammadiyah langsung aja terbitkan” tirunya menuturkan ucapan pak Mentri.

Dan kemudian setelah ijin terbit dan persyaratan lengkap tak lama kemudian rumah sakit ini grand launching setelah musda Muhammadiyah dan Aisyiyah Kudus.

Cerita itulah yang saya kenang dan menjadi ingatan saya, betapa dekatnya beliau dengan umat dan masyarakat.

Inilah salah satu kader dan orang baik yang dimiliki Muhammadiyah, keberadaanya itu seperti bintang di langit “kita tidak selalu dapat melihatnya, namun kita tahu mereka selalu ada”

Kini beliau sudah menyelesaikan semua tugasnya menjadi pemimpin di masyarakat, menjadi teladan umat dan menjadi orang baik yang bermanfaat.

Husnul Khotimah dan menghadap kembali kepada pencipta-Nya dengan iman dan ketaqwaanya, Allah SWT pasti cinta dan sayang kepada beliau karena menjadi orang baik dan bermanfaat untuk umat.

Semoga kita dapat mencontohnya untuk menjadi orang baik dan bermanfaat bagi semuanya.

Aamiin.

Related posts
Opini

Seni dalam Memimpin

Oleh : Pamuji RaharjoAnggota MTDK PDM Karanganyar Hendaknya para pemimpin memiliki karakter yang…
Read more
Opini

Sekolah yang Dinamis

Oleh: Daryono Dalam artikel yang berjudul “Penciptaan Alam Semesta Menurut Para Muffasir…
Read more
Opini

Mas Edy Rektor Baru UMKU: Muhammadiyah Nyel

Oleh : Heri Iskandar Kabar penyerahan SK dari PP Muhammadiyah tertanggal 19 September 2023 di RS…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: