Opini

Secangkir Kopi dan Lingkungan Literasi

Secangkir Kopi dan Lingkungan Literasi

Oleh : Syahirul Alem,
Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus

Beberapa bulan yang lalu siswa SMP Muhammadiyah 1 Kudus berkunjung ke usaha  kopi Goodang Muria. Pabrik yang terletak di lereng Gunung Muria merupakan pabrik yang memproduksi kopi muria. Saat berkunjung ke pabrik kopi tersebut, teringat aktivitas literasi seperti saat beraktivitas membaca buku ataupun menulis yang dituntut daya tahan  konsentrasinya. Aktivitas tersebut akan lebih mengasyikkan bila ditemani secangkir kopi. Kenapa kopi cocok dengan lingkungan berliterasi karena kandungan Kafein di dalam kopi memberikan berbagai efek positif terhadap otak, di antaranya membantu konsentrasi,  memperbaiki suasana hati. Mengonsumsi kopi secara rutin dapat membantu mengurangi penurunan fungsi otak. Rasa kantuk mendera saat membaca buku, secangkir kopi terasa pas untuk menahan rasa kantuk tersebut.  Efek Positif minum kopi memberikan motivasi tersendiri bagi pembacanya untuk lebih menghayati bacaan tersebut. Umumnya daya tahan seseorang untuk membaca lebih lama biasanya sulit karena menurunnya konsentrasi.

Secangkir minuman kopi yang disajikan dalam kegitan-kegiatan lembur bertujuan untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat sekaligus juga menjaga rasa kantuk seperti begadang karena melekan punya gawe ataupun juga jaga malam. Minuman kopi bisa sebagai teman setia saat pagi hari yang begitu dingin dan malas-malasan bagi orang dewasa. Image kopi perlu diubah menjadi teman orang-orang yang menyukai literasi. Kantin atau café yang menjual kopi bukan hanya untuk ngobrol atau nongkrong saja namun bisa dimanfaatkan untuk berliterasi seperti mengerjakan berbagai tugas ataupun sekedar diskusi ringan.

Jika melihat kebelakang tentang sejarah kopi merupakan bagian dari kekayaan alam di Indonesia dengan rasa dan aromanya yang khas. Itulah yang membuat penjajah betah berpuluh tahun menjajah bumi nusantara. Kopi merupakan minuman penghangat untuk orang Eropa yang mengalami musim dingin. .harga kopi yang relatif stabil membuat harga minuman kopi terasa akrab dengan saku konsumen.

Jenis tanaman kopi yang makin banyak jenisnya seperti kopi arabika, robuska dan berbagai jenis kopi lainnya yang dapat di buat persilangan untuk meningkatkan aroma khas kopi. Saat ini alat untuk memproduksi kopi makin canggih sehingga mampu membuat produk kopi lebih berkualitas dan bermutu tinggi. Untuk lebih memacu kemampuan berliterasi dibutuhkan daya dorong terutama adalah kopi sebagai teman. Penting sekirannya pada tempat tertentu seperti perpustakaan untuk menyediakan secangkir coffee break bagi mereka yang berkunjung di perpustakaan. Bisa juga kegiatan berliterasi dikembangkan untuk menarik sponsorship produk Cofee sebagai bagian dari sahabat literasi untuk memeriahkan kunjungan ke perpustakaan dengan demikian  minuman kopi bisa  diproduksi berdasarkan segmen lingkungan literatif.

Baca juga :  Sudut Tak Terliput: Heroisme Relawan Muktamar 48

Saat ini minuman kopi sebagai bagian dari budaya kehidupan modern memiliki daya tawar tersendiri pada lingkungan tertentu, banyak café tumbuh di mana-mana dengan menu kopidengan berbagai aroma dan citra khasnya, banyak kafe yang memiliki fasilitas free wifi untuk sekedar browsing bagi para pengunjung kafe tersebut.  Fasilitas free wifi bisa digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan berliterasi dengan bahasa gaul layaknya kaum milenial sebagai sarana  untuk membangun karakter serta Gaya hidup generasi milenial yang sudah mulai mengakar.

Begitu besarnya pengaruh minuman kopi untuk memdorong serta memotivasi dalam berliterasi, sangat penting bila keberadaan kopi itu menjadi minuman khas yang disajikan di perpustakaan untuk membantu  focus dan kantuk bagi para pengunjung yang sedang berliterasi, khususnya perpustakaan mahasiswa atau perpustakaan umum. Untuk menetralisir efek samping dari minuman kopi itu sendiri maka harus diimbangi untuk berlatih literasi secara natural jangan sampai ada rasa ketergantungan terhadap kopi. Berliterasi merupakan tujuan yang mulia yaitu dalam rangka untuk meningkatkan wawasan sedangan kopi merupakan minuman khas yang kandungannya dapat meningkat fokus dalam berliterasi jadi ada semacam simbiosis mutualis diantara keduannya.

Di lingkungan pesantren yang sarat berbagai aturan yang rigid dan ketat yang di tuntut untuk selalu beribadah, berdzikir dan juga pengajian ataupun menghafal Al-Qur’an. Sajian minuman kopi adalah suatu kebiasaan bagi para santri untuk menjaga keseimbangan tubuh. Demikian besar manfaat dan sugestinya terhadap minuman kopi sampai mengalahkan minuman vitamin dan suplemen lainnya yang asalnya untuk menambah daya tahan tubuh. Kenapa begitu karena di samping nikmat diminum selagi hangat, kopi merupakan perlambang pergaulan. Mengajak ngopi juga mengajak berteman secara akrab. Oleh sebab itu karena kopi adalah lambang pergaulan akan lebih bagus jika ketika ngopi selalu dikaitkan dengan pesan dan kesan berliterasi. Bisa juga sambil berlatih bercerita mengenai buku-buku cerita yang ada di perpustakaan karena untuk memasifkan bacaan dibutuhkan duta literasi-duta literasi.

Untuk memaksimalkan peran duta literasi tersebut, jamuan kopi dalam suasana yang penuh keakraban akan sangat mempengaruhi image literasi itu sendiri yang cenderung mononton dan serius. Sehinga disinilah letak strategis minuman kopi untuk membangun budaya literasi di lingkungan mikro maupun makro. Pada lingkungan mikro seperti lingkungan sekolah, tingkat RT barangkali di sudut-sudut lingkungan yang biasanya digunakan sebagai tempat tongkrongan bisa dijadikan sebagai lingkungan litersi dengan ditemani kopi. Lingkungan pemerintahan desa perlu dibuatkan pojok ngopi dan literasi bersama sehinga mampu meningkatkan minat baca masyarakat.

Baca juga :  Peran Strategis Ibu dan Literasinya Saat Era Robotic

Secara makro di samping daya dukung berbagai penelitian yang membuktikan bagaiman kopi mampu meningkat daya literasi masyarakat termasuk juga publisitasnya terhadap masyarakat. Peran media sosial juga sangat penting untuk menggait generasi penerus baik itu generasi milenial maupun juga generasi z ini terus tumbuh menjadi geneasi yang melek literasi. Secangkir hangat kopi akan menambah keakraban generasi tersebut terhadap minuman yang menjadi kekayaan sumber daya alam Indonesia. Indonesia bukanlah negara penghasil utama kopi namun tanaman kopi di Indonesia juag membantu berbagai produk nasional maupun lokal berproduksi bahkan event-event olahraga nasional seperti bulutangkis yang merupakan olahraga terkenal di Indonesia produsen kopi Kapal Api juga menjadi sponsor turnamen Indonesia open beberapa bulan lalu  yang diikuti jago-jago bulutangkis di seluruh dunia. Sebenarnya tidak ada konotasi antara kopi dan olahraga namun seiring dengan makin dikenalnya kopi sebagai gaya hidup juga bisa meningkatkan stamina serta semangat untuk bertanding. Maka bagi yang suka berliterasi akan lebih banyak manfaatnya dengan mengkonsumsi kopi. Kegiatan-kegiatan lomba literasi penting untuk menjadikan produk kopi sebagai sponsorshipnya karena makin mengenalkan minuman kopi sebagai ikon bagi para penggiat literasi di lingkungan manapun.

Tidak ada minuman yang lahir dari tumbuhan khas yang tidak ada gunanya. Semua pasti ada gunanya tinggal bagaimana seseorang itu mampu mengenalinya. Saat ini meminum kopi adalah bagian dari gaya hidup modern. Sebagai manusia modern bukan hanya pendidikan tinggi yang menjadi tuntutan tapi juga wawasan sekaligus penguasaan teknologi canggih. Maka dibutuhkan literasi yang kuat untuk menunjangnya. Kesungguhan untuk membaca dan menulis adalah suatu kebutuhan dan keharusan. Mana ada orang pintar tanpa belajar, belajar yang sungguh-sungguh juag membutuhkan waktu yang panjang dan kontiyu. Sebagai motivasi dibutuhkan relasi untuk perjuangan hidup, secangkir minuman adalah teman setia yang sederhana yaitu kopi yang memberikan aroma khas sebagai pendorong individu dan lingkungannya untuk giat berliterasi.

Related posts
Opini

Idulfitri

Oleh : Wildan Sule Man Tulisan ini saya hadirkan sebab sebentar lagi Ramadhan 1445 H akan segera…
Read more
Opini

Ber-Idul Fitri (Bukan) Hanya Saling Memaafkan

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Idul Fitri merupakan hari raya…
Read more
Opini

Tradisi Mudik & Geliat Ekonomi Kaum Urban

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Tradisi mudik pada hari raya…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *