Opini

Rendah Hati dalam Bermuhammadiyah

Rendah Hati dalam Bermuhammadiyah

Oleh : Nunu Anugrah P – Sekretaris PDM Kab. Cirebon 2022-2027 & Ketua PCM Pabuaran 2010-2015 dan 2015-2022

Siang tadi saya membaca status fb Ust. Furqon Sekretaris PDM Kota Bandung tentang pengukuhan PCM Cibeunying Kaler yang berjumlah 7 orang. Dikukuhkan selaku Ketua PCM adalah Prof. Brian Yulianto, M.Eng.,Phd. Seorang guru besar dan salah satu Dekan di ITB. Sedangkan 6 anggota PCM lainnya bergelar doktor (S3).

Tentu apa yg terjadi di Cabang Cibeunying Kaler Kota Bandung memberi gambaran kepada kita kader Muhammadiyah, bahwa aktif di Muhammadiyah bukan sekedar posisi apa yang kita peroleh berdasarkan gelar akadenik kita, tetapi bagaimana kita bisa berkiprah di persyarikatan di lingkungan terdekat kita.

Toh seorang Prof. Dr. Dien Syamsyudin pun yang ketika sudah tidak menjabat Ketum PP Muhammadiyah masih bersedia tampil menjadi Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pondok Labu Jakarta Selatan.

Baca juga :  Refleksi 59 Tahun Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Sekitar 3 minggu lalu saya sempat dihubungi oleh seorang dosen PTMA minta saran apakah dia masuk ke jajaran unsur pembantu pimpinan di PDM atau kah ikut pencalonan PCM di Musycab. Maka saya sarankan lebih baik ikut pencalonan di Musycab saja daripada masuk jadi anggota unsur pempantu pimpinan (anggota majelis) di PDM.

Sekelas Prof. Haidar Nashir saja masih mau ngisi pengajian di Ranting Muhamnadiyah tempat tinggal nya. Jangan sampai karena sudah menjadi dosen di PTMA, diminta untuk aktif di cabang dan ranting saja tidak mau.

Minggu lalu rekan di PDM yang membidangi Majelis PKU minta konfirmasi ke saya tentang 2 orang yg berdomisili di Pabuaran Wetan yang memiliki KTA dan ada yang mengusulkan agar masuk ke majelis PKU PDM. Lalu saya bilang selama saya menjadi Ketua PCM Pabuaran saya belum pernah melihat dua orang tersebut. Lalu saya bilang ke rekan PDM itu sebaiknya kalau ingin aktif di Muhammadiyah mulai lah aktif di Cabang dan ranting terdekat atau aktif di ortom terlebih dahulu (PM/TS/HW/IRM/IPM/NA)

Baca juga :  Filosofi Penggembala

Saya teringat Pak Prof. Dadang Kahmad Ketua PWM Jawa Barat yang sekarang Ketua PP Muhammadiyah itu dulunya pernah menjadi Ketua PCM Ujung Berung Kota Bandung.

Pak K.H. Ayat Dimyati Ketua PWM Jawa Barat dulu nya pernah menjadi Ketua PWPM Jabar dan Ketua PDM Kota Bandung.

Pak Ir. H. Suhada sebelum jadi Ketua PWM Jabar pernah menjadi Ketua PCM Sukajadi Kota Bandung.

Jadi pimpinan Muhammadiyah muncul karena ditempa oleh pengalaman ditingkat bawahnya. Kalau pun ada pimpinan Muhammadiyah yang tiba-tiba muncul ke permukaan biasanya easy come easy go (mudah muncul dan mudah tenggelam.

Wallahu a’lam

Related posts
Opini

Popcorn Brain, Letupan Media Sosial

Oleh: Himawan – Pendidik SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus Perkembangan teknologi…
Read more
IslamOpini

9 Persiapan Warga Muhammadiyah dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Oleh: Dr. M. Muttaqin, M.H(Ketua Majelis Tarjih & Tajdid PDM Jepara) Bulan Ramadhan tinggal…
Read more
Opini

Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan (Bagian 2)

Oleh: H. Nunu Anugrah P Sekretaris PD Muhammadiyah Kab. Cirebon من فرح بد خو ل…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *