Opini

Refleksi Pesan K.H A. Dahlan dan Jenderal Sudirman bagi Kader Muhammadiyah

Refleksi Pesan K.H A. Dahlan dan Jenderal Sudirman bagi Kader Muhammadiyah

Oleh : Ilham Faisabrun Zjamiil

Tepat pada tanggal 18-20 November 2022 kemarin bertempat di Solo telah terselenggara acara akbar bagi Muhammadiyah, perhelatan yang disebut sebagai Muktamar, serangkaian acara telah dimulai jauh-jauh hari demi menyemarakkan acara Muktamar tersebut, sekaligus memperingati Milad Muhammadiyah yang ke-110 Tahun pada tanggal 18 November 2022. Bukan umur yang pendek bagi sebuah organisasi Islam untuk dapat bertahan dari berbagai gempuran disetiap zaman. Tantangan-tantangan disetiap zaman pun telah dilalui Muhammadiyah dengan begitu apik, terbukti dengan begitu banyaknya AUM yang ada di Indonesia bahkan sudah melebarkan sayap ke mancanegara.

Hal tersebut tak lepas dari K.H A. Dahlan sebagai penggagas sekaligus pendiri Muhammadiyah dalam melakukan dan membangun Muhammadiyah itu sendiri. Gerakan filantopi dan juga sebagai pembaharu Islam menjadi ciri khas bagi Muhammadiyah. Maka tak pelak Muhammadiyah berhasil membangun begitu banyak AUM dan telah mencetak begitu banyak kader yang tersebar di Indonesia dan Mancanerga.

Dengan begitu banyaknya kader Muhammadiyah yang ada menjadi lumbung SDA yang bisa diberdayakan demi memajukan keberlangsungan Muhammadiyah. Kader-kader yang mampu berfikir secara mandiri dan kreatif menandakan bahwa Muhammadiyah memiliki kader-kader unggulan yang mampu meneruskan perjuangan pendahulu Muhammadiyah.

Kader-kader yang telah terdidik dari jenjang TK-perguruan tinggi menjadi lumbung yang menjanjikan, terlebih kader-kader yang telah terdidik di ortom-ortom dari jenjang ranting-pusat juga. Maka tak ada alasan bagi Muhammadiyah untuk tidak terus berkembang mewujudkan cita-cita Muhamadiyah itu sendiri. Tak perlu di uji lagi seberapa ikhlasnya kader Muhammadiyah dalam membesarkan namanya, mereka rela mengeluarkan begitu banyak waktu, tenaga, uang demi membesarkan nama Muhammadiyah.

Pesan dari K.H A. Dahlan “Hidup-hidupillah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah” seperti ada spirit dari mbah Dahlan kepada para penerusnya untuk selalu membesarkan nama Muhammadiyah tanpa mengharap apapun. Dan nampaknya hal tersebut dilakukan oleh seluruh kader Muhammadiyah termasuk AUM. Pesan tersebut menjadi dalih agar para kader untuk mengembangkan AUM yang ada, dengan semangat para kader Muhammadiyah dengan ikhlas membantu mengembangkan AUM.

Sungguh hal yang di impikan bagi setiap kader Muhammadiyah untuk dapat membantu amal persyarikatan (AUM)  guna mengembangkan Muhammadiyah menjadi lebih besar lagi, tak ayal nantinya amal yang dilakukan kader Muhammadiyah juga akan kembali kepada diri kader itu sendiri. Pesan yang cukup mengakar dalam setiap sanubari kader Muhammadiyah menjadikan kader-kader tersebut secara ikhlas memberikan tenaganya untuk mengembangkan AUM dengan semangat dan upah yang menyejukkan hati.

Pesan dari jenderal Sudirman “sungguh berat menjadi kader Muhammadiyah, ragu dan bimbang lebih baik pulang”. Pesan tersebut bukanya menumpulkan semangat para kader Muhammadiyah namun semakin mempertajam semangat dan gerakan mereka. Kader-kader yang dimiliki Muhammadiyah terbukti menjadi pemikir-pemikir handal disetiap lini masyarakat. Kader yang berada diranah ­grassroot menjadi bukti nyata bahwa semangat militan para kader Muhammadiyah masih terus ada dan akan selalu hidup.

Dengan jiwa kenabian (profetik) dalam setiap kader Muhammadiyah menjadikan pribadi yang bertaqwa dan beristiqomah dalam berdakwah melalui Muhammadiyah. Dengan dibekali akal yang mandiri dan jiwa kenabian nantinya para kader akan senantiasa mendermakan seluruh yang ia punya dalam dakwah Islam melalui Muhammadiyah. Tak peduli masalah yang sedang terjadi, para kader siap pasang badan untuk menjaga dan mengharumkan nama Muhammadiyah lewat AUM dan ortom didaerahnya masing-masing.

Pesan dari K.H A. Dahlan dan Jenderal Sudirman mampu untuk tetap terus menggelorakan semangat dalam bermuhammadiyah tanpa padam dan patah arang. Jiwa-jiwa militan yang senantiasa terpupuk dari setiap zaman nantinya akan menjadi harapan besar bagi Muhammadiyah untuk selalu melanjutkan perjuangan K.H A. Dahlan, dengan semangat filantropi dan gerakan pembaharu akan menjadikan Muhammadiyah terus hidup.

Bukan tanpa sadar penulis dalam menulis ini selalu mengulang kata semangat bagi kader-kader Muhammadiyah untuk terus mengembangkan Muhammadiyah. Karena memang dari kaderlah Muhammadiyah mampu bertahan, dari kaderlah Muhammadiyah bisa berkembang, dan dari kaderlah Muhammadiyah bisa meneruskan tongkat estafet perjuangan K.H A. Dahlan. Tentunya dibantu dengan support system dari ayahanda Muhammadiyah dan Ibunda Aisyiyah, karena bukan tak mungkin jika Muhammadiyah akan tetap hidup sampai akhir zaman nanti sebagai lentera di tengah kegelapan akhir zaman.

Related posts
Opini

Era Milenial: Saleh Digital sama Pentingnya dengan Saleh Sosial

Oleh: Rezza Fahlevi Hidup dan merasakan kehidupan saat ini, seperti hidup di dunia yang semakin…
Read more
Opini

Zakat Politik

Oleh: Joko Intarto Ganjar Pranowo mati langkah. Gubernur Jawa Tengah itu diberitakan menghapus…
Read more
Opini

Manisnya Iman

Oleh : Dzanur Roin*Guru SD Muhammadiyah 12 Surabaya Ada tiga hal yang jika ini ada pada diri…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: