Dua Guru Penggerak SMK Muhammadiyah Kudus lokakarya 7
Dua Guru Penggerak SMK Muhammadiyah Kudus lokakarya 7
Kabar MuriaNewsPopuler Kudus

Purna Pelatihan, 2 Guru Penggerak SMK Muhammadiyah Kudus Panen Hasil Belajar Lokakarya 7

Muriamu.id, Kudus – Setelah purna mengikuti pelatihan dan pendidikan guru penggerak, 2 Guru penggerak SMK Muhammadiyah Kudus turut serta gelar kegiatan Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar Program Pendidikan Guru Penggerak Kabupaten Kudus di Aula DPRD Kudus, Kamis (22/12/22).

2 Guru Penggerak tersebut yaitu Veronika Yuniastuti, S.S., M.Pd. dan Noor Ridloah, S.Pd.

Veronika menyampaikan lokakarya 7 panen hasil belajar ini dilaksanakan setelah mengikuti pelatihan selama kurang lebih 6 Bulan dan dilaksanakan secara mandiri dengan LMS dan sesama CGP, Fasilitator & Instruktur secara online.

Baca juga :  Pamerkan Teknologi Fiber Optik, Jurusan TKJ SMKMUHIKUDUS Tarik Minat Belajar Pengunjung EXPO

“belajar mandiri dengan LMS dan dengan sesama CGP, fasilitator & instruktur secara online”. Ucapnya.

Beliau mengaku senang dapat mengikuti acara lokakarya ini dan berharap mampu menerapkan dan sharing ilmu yang didapatkan selama pelatihan.

Veronika juga menyampaikan karya yang ditampilkan pada panen hasil belajar kali ini merupakan dokumen terkait demonstrasi kontekstual dan aksi nyata pada modul 1-3 serta karya siswa yang ditampilkan pada gelar karya P5 Fashion Show dari bahan daur ulang.

“Semua hasil belajar terutama dokumen terkait demonstrasi kontekstual & aksi nyata modul 1 – 3 dan termasuk karya siswa dalam gelar karya P5 fashion dari bahan daur ulang”. Imbuhnya.

Baca juga :  Peduli Korban Gempa Cianjur, Siswa Siswi SMK Muhammadiyah Kudus gotong royong kumpulkan dana

Sementara itu, Noor Ridlo’ah mengaku banyak hal baru yang dipelajari dari lokakarya 7 panen hasil belajar kali ini.

Beliau menyampaikan aksi nyata dari pengalaman panen hasil belajar ini bisa diterapkan disekolah, hal baru yang baik untuk pribadi, rekan guru dan karyawan maupun siswa yang semuanya bermuara pada satu hal yaitu merdeka belajar.

Baca juga :  Gelar Workshop, SMK Muhammadiyah Kudus siapkan Agen Perubahan Anti Perundungan

“Banyak hal baru yang dipelajari yang bisa diterapkan di sekolah, baik untuk diri pribadi, rekan guru dan karyawan maupun siswa yang semuanya bermuara pada satu hal yaitu merdeka belajar”. Ucapnya.

Beliau juga menyampaikan produk yang ditampilkan yaitu video siswa mengerjakan tugas pemisahan campuran yang bernilai ekonomis dalam bentuk proyek membuat sari jahe.

“Saya menampilkan proses aksi nyata dari pembelajaran IPAS, yaitu modul pemisahan campuran.” Imbuhnya.**

Kontributor : Z
Editor : Z

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *