Opini

Pola Asuh Anak

Pola Asuh Anak

Oleh : Daryono – Musawerna

Kewajiban orang tua adalah mendidik anak-anaknya, sejak dari dalam kandungan. Masa depan mereka sebagiannya bergantung pada pola asuh yang diberikan. Pola asuh yang keliru dapat mempengaruhi mental anak. Misalnya selalu menuruti kemauan anak, tanpa disadari hal tersebut dapat membuat anak menjadi manja. Mereka akan malas berusaha dan selalu bergantung pada orang tuanya ketika besar nanti (generasi strawberry).

Masyarakat modern adad 21 saat ini banyak menawarkan keuntungan yang membuat pengasuhan anak terasa lebih mudah di tengah kesibukan bekerja. Tetapi pada saat yang sama, era digital sebenarnya bisa membuat orang tua kecenderungan minimalis perhatian dan lebih sulit untuk membesarkan anak-anak. Terutama untuk mengatasi tantangan pada masa remaja sampai dengan dewasa.

Perilaku anak terbentuk oleh lingkungan di mana mereka tinggal. Untuk itu sudah saatnya Bapak dan Ibu mencoba gaya parenting dengan menanamkan nilai-nilai Islami dalam mendidik buah hati, yang dibahas secara lengkap sebagai berikut.

Mendidik anak dalam Islam itu sendiri, pendidikan usia dini merupakan pijakan pertama bagi manusia untuk dapat menentukan langkah awal hidupnya. Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis shahih:
“Setiap bayi yang terlahir dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam) maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi” (H.R Bukhari).

Mengutip jurnal penelitian STAIN Kudus yang berjudul Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Sejak Dini Di Lingkungan Keluarga (2017), terdapat poin-poin mendidik yang diajarkan dalam Islam, antara lain:

Baca juga :  Mas Edy Rektor Baru UMKU: Muhammadiyah Nyel

1. Mengajarkan Tauhid

Tauhid adalah landasan Islam yang paling penting. Oleh sebab itu, mengajarkan pendidikan tauhid pada anak merupakan kewajiban yang mutlak dan paling utama.

Sebagaimana Luqman telah mengajarkan tauhid kepada anaknya yang disebutkan dalam Al Qur’an surat Luqman ayat 13. Allah SWT berfirman:

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya kesyirikan itu merupakan kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

2. Mengajarkan adab dan akhlak

Pendidikan dalam keluarga merupakan madrasah pertama dan utama bagi perkembangan anak. Keluarga merupakan tempat pertama dalam memperoleh sesuatu, salah satunya adab dan akhlak yang dapat dijadikan pondasi bagi anak dalam berinteraksi dengan lingkungan mereka nantinya.

Ada banyak macam adab, etika, dan akhlak yang dapat diajarkan pada anak. Misalnya adab dan akhlak kepada Allah SWT (tidak berlaku syirik), adab dan akhlak kepada Rasulullah (melaksanakan sunah-sunahnya), serta adab dan akhlak kepada sesama manusia.

3. Mengajarkan ibadah

Memperkenalkan agama pada anak sedari dini adalah suatu hal yang penting. Ini dapat dilakukan dengan cara selalu menyertakan anak dalam kegiatan-kegiatan ibadah. Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Baca juga :  Luwih Becik Pager Mangkok Tinimbang Pager Tembok

Artinya:
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah”(QS. Al-Ahzaab: 21).

Jika anak terbiasa beribadah sejak dini maka kebiasaan itu bisa terbawa sampai mereka tumbuh besar.

4. Bersikap lemah lembut sekaligus tegas.

Orang tua perlu bersikap lembut dan mengasihi anak mereka namun adakalanya perlu juga bersikap tegas dalam mendidik anak.
Selain dituntut bisa menjadi pemimpin bagi anak, Bapak dan Ibu harus bisa juga menjadi teman yang penuh kasih sayang bagi buah hati. Misalnya mengajak bermain, bercanda, dan mencium sebagai bentuk kasih sayang.

5. Bersikap adil

Orang tua harus bersikap adil kepada semua anak-anaknya. Terkadang, tak sedikit orang tua yang memiliki sikap yang berbeda pada salah satu atau sebagian anak dibandingkan anak-anak lainnya, baik dalam hal materi maupun non materi.

Padahal sikap seperti itu tidak mencerminkan atau tidak memberikan contoh yang baik pada anak sebab akan ada anak yang merasa tidak disayangi dan tersisihkan. Dikisahkan dari Nu’man bin Basyir, bahwa bapaknya (Basyir bin Sa’ad) telah memberikan seorang hamba sahaya, kemudian disampaikan kepada Rasulullah SAW.

Semoga 5 cara parenting pola asuh di atas bisa menjadi tuntunan orangtua dalam mendidik anak kecil dan remajanya.

Related posts
Opini

UKT Ugal-Ugalan: Pendidikan untuk Siapa?

Oleh: Riza A. Novanto, M.Pd – Pemerhati Pendidikan, Dosen STIKes Muhammadiyah…
Read more
Opini

Mengenal Karakter Umum Pengikut Salafi

Oleh: Dr H Ali Trigiyatno, MAg – Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng Berdasarkan pengamatan…
Read more
Opini

Menebar Kebaikan di Era Disrupsi

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Era Disrupsi sudah tidak…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *