Opini

Pemilihan Umum 2024: Peran dan Sikap Umat Islam dalam Membangun Masyarakat yang Berkeadilan

Pemilihan Umum 2024: Peran dan Sikap Umat Islam dalam Membangun Masyarakat yang Berkeadilan

Oleh : Jamaludin Kamal

Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum pada 14 Februari 2024, sebuah momen bersejarah yang membutuhkan kontribusi dan partisipasi aktif dari seluruh warga negara, termasuk umat Islam. Dalam Pemilu ini akan memilih Presiden,Wakil Presiden, anggota DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota. Sebagai umat Islam, partisipasi dalam pemilu bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga peluang untuk berkontribusi pada pembentukan kebijakan yang berasas keadilan. Menghadapi momen ini, sikap dan peran serta umat Islam memiliki peran penting dalam membentuk pemerintahan yang berlandaskan nilai-nilai keadilan dan kesejahteraan.
Dalam konteks ini, kita akan membahas sikap yang seharusnya dimiliki oleh umat Islam terkait dengan pemilu, termasuk pentingnya peduli dan andil dalam proses demokrasi.

1. Partisipasi Aktif sebagai Wujud Tanggung Jawab:

Sebagai warga negara yang memiliki hak dan kewajiban, partisipasi aktif umat Islam dalam Pemilu 2024 bukan hanya sebuah hak, melainkan juga tanggung jawab moral. Melalui penggunaan hak suara, mereka dapat turut serta membentuk pemerintahan yang adil dan berkeadilan. Islam mengajarkan bahwa umatnya memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam urusan publik, termasuk dalam pemilu. Firman Allah dalam Al Quran menyatakan, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu…” (QS. An-Nisa: 59). Ulil amri di sini dapat diartikan sebagai penguasa atau pemimpin yang memiliki kewenangan, yang dalam konteks modern, mencakup pemimpin yang dipilih melalui pemilu.

Baca juga :  Ketika Kita Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah

2. Kesadaran Politik yang Membangun:

Umat Islam perlu mengembangkan kesadaran politik yang mendalam, memahami agenda serta platform calon, dan memahami dampak kebijakan yang diusulkan terhadap masyarakat. Kesadaran politik yang baik membantu mereka membuat keputusan yang lebih informan.

3. Pemilihan Pemimpin yang Adil:

Memilih calon pemimpin dengan integritas, sikap adil, dan teladan moral yang baik adalah perhatian utama umat Islam. Dengan demikian, mereka turut berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang berdasarkan prinsip keadilan.

4. Dukungan pada Pembangunan Berkelanjutan:

Umat Islam memiliki peran signifikan dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan. Ini mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat. Memilih pemimpin dengan visi sejalan menjadi kunci kesuksesan.

5 .Toleransi dan Persatuan sebagai Landasan:

Sikap toleransi dan semangat persatuan harus dijunjung tinggi. Umat Islam dihimbau untuk menjauhi politik identitas dan suku serta mendorong kerja sama antarberbagai kelompok untuk menciptakan kebersamaan.

6. Menghindari Politik Fitnah dan SARA:

Umat Islam perlu menjaga diri dari politik fitnah dan SARA, serta mempertahankan etika politik. Fokus pada substansi program dan menjauhi upaya memecah belah masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab moral.

7. Pendidikan Politik dan Literasi yang Mumpuni:

Peningkatan pendidikan politik dan literasi menjadi peran utama umat Islam. Melalui pemahaman nilai-nilai demokrasi, etika politik, dan peran masyarakat dalam proses demokrasi, mereka dapat membentuk generasi yang paham dan terlibat aktif. Salah satu caranya adalah menghindari memprovokasi atau menyebar berita fitnah, kebencian di media sosial. Jadi cerdas dalam menfaatkan teknologi yang utama adalah sharing terlebih dahulu sebelum share.

Baca juga :  Mengembalikan “Siti Khotidjah” di Kudus

8. Berdoa untuk Kepemimpinan yang Baik:

Selain tindakan nyata, doa memohon petunjuk Allah Swt. dalam pemilihan pemimpin menjadi bagian yang tak terpisahkan. Kehadiran doa sebagai kekuatan spiritual membimbing umat Islam dalam membuat keputusan yang baik.

9. Menerima Hasil dengan Ketenangan:

Setelah Pemilu berlangsung, sikap umat Islam menerima dengan ketenangan. Menerima hasil dengan damai merupakan bentuk kedewasaan demokrasi dan sikap positif dalam menghadapi keberagaman politik. Jadi harus bisa move on jangan baperan terhadap calon pilihannya yang kalah.

Pemilihan Umum 2024 adalah momen krusial bagi Indonesia. Sikap dan peran serta umat Islam menjadi penentu dalam membentuk masa depan yang lebih baik. Dengan sikap bijak, partisipasi aktif, dan doa yang tulus, umat Islam dapat menjadi agen perubahan positif dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Melalui upaya bersama, Indonesia dapat melangkah ke masa depan yang lebih mencerahkan dan bermartabat. Mari sambut Pemilu dengan kegembiraan karena kita juga ikut andil menentukan nasib bangsa.

Related posts
Opini

Idulfitri

Oleh : Wildan Sule Man Tulisan ini saya hadirkan sebab sebentar lagi Ramadhan 1445 H akan segera…
Read more
Opini

Ber-Idul Fitri (Bukan) Hanya Saling Memaafkan

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Idul Fitri merupakan hari raya…
Read more
Opini

Tradisi Mudik & Geliat Ekonomi Kaum Urban

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Tradisi mudik pada hari raya…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *