IslamKampusNasionalNews

Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Melalui Pengenalan Pembelajaran Asmaul Husna

Membangun anak yang cerdas harus bersamaan dengan mengantarkan keimanan dan ketakwaan. Kecerdasan anak akan melahirkan sikap ketundukan dan pengakuan akan keberadaan Allah SWT. Pengembangan pengetahuan dan keterampilan harus disertai dengan penanaman budi pekerti luhur agar anak memiliki pengetahuan sekaligus memiliki karakter yang beradab.

Demikian sebagian pandangan Prof. Dr. Herwina Bahar, MA, dikutip dari buku orasi Ilmiah berjudul “Model Pembelajaran Terpadu Berbasis Asma’ul Husna Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini” pada pengukuhannya sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta, pada Rabu (29/06/22).

Prof Herwina Bahar MA., merupakan Guru Besar Pertama yang lahir dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Sejalan dengan motto FIP yakni “Mendidik dengan Profesional dan Islami”. Ia memberikan sumbangsih dalam pengembangan FIP dengan mengintegrasikan pembelajaran Berbasis Asma’ul Husna.

Baca juga :  SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Asesmen Kompetensi Numerasi (AKN) Untuk Guru

Anak merupakan generasi penerus memiliki peran strategis dalam menjamin keberlangsungan eksistensi agama, bangsa, dan negara pada masa depan. Proses pendidikan anak sejak dini sangat penting, salah satunya pendidikan karakter. Melalui pengenalan Asma’ul Husna dapat memberikan peluang kepada anak untuk mengenal Allah lebih dekat melalui nama dan sifat-sifat-Nya dan anak-anak dapat belajar berakhlak mulia dalam meladani-Nya sehingga terwujud pendidikan karakter.

Asma’ul Husna adalah alternatif yang tepat untuk anak dalam meningkatkan kecerdasan kognitif, melalui konsep tema yang dikembangkan, sekaligus dapat menanamkan nilai-nilai keagungan Allah untuk menyentuh aspek agama atau mora melalui kecerdasan spritualnya sehingga karakter anak dapat terbentuk sejak dini.

Dengan Asma’ul Husna anak lebih mudah mengekplorasi apa yang dia fikirkan, memecahkan masalah yang dihadapi bahkan mereka bisa menujukkan secara langsung keunggulan dari sifat-sifat Allah tersebut. Dalam kehidupan mereka sehari-hari al-Asma’ul Husna akan melekat dalam kepribadiannya, sehingga anak akan meniru sifat-sifat Allah, otomatis pendidikan karakter anak akan terbentuk dengan efektif.

Baca juga :  Kurikulum Merdeka Solusi Masalah Pendidikan Indonesia

Keberadaan pendidikan, diharapkan lebih berorientasi kepada nilai-nilai luhur dari Allah yang harus diinternalisasikan ke dalam individu anak. Untuk itu, dalam penanaman nilai-nilai tersebut, guru harus mampu mengarahkan anak didik melaksanakan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi ini.

Asma’ul Husna menjadi suatu basis yang bisa dikembangkan dalam membentuk karakter anak usia dini, sehingga mereka akan memiliki sifat-sifat yang terpuji sebagai landasan dalam pendidikan karakter untuk mewujudkan anak-anak yang sholeh dan sholehah. (FZ/KSU)

Related posts
EdukasiKabar MuriaNewsPopuler KudusSekolah

Booking 3 Gerbong Kereta, SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus Lakukan Edutrip

Muriamu.id, Kudus — SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus atau yang sering disebut SDMBW Kudus…
Read more
IslamPopuler Kudus

Gelar Upgrading, PDNA Kudus Perkuat Soliditas Pimpinan Baru

Muriamu.id, Kudus – Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus periode Muktamar…
Read more
IslamPopuler Kudus

'Aisyiyah Cilik Ini Menarik Perhatian Jamaah Pengajian Akbar Milad 'Aisyiyah Kudus

Pengajian Akbar Puncak Peringatan Milad ‘Aisyiyah ke 107, Ahad, 26 Mei 2024 di PCA Mejobo yang…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *