IslamNasionalOpini

Muhammadiyah Sebagai SOLUSI!

Muhammadiyah Sebagai SOLUSI!

M Izzul Muslimin

Tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau 113 tahun yang lalu, KH Ahmad Dahlan meresmikan berdirinya Muhammadiyah di Yogyakarta. Muhammadiyah didirikan KH Ahmad Dahlan bukan karena ingin ada aliran baru atau faham baru dalam tubuh umat Islam. Tetapi Muhammadiyah lahir sebagai solusi atau jalan keluar dari permasalahan yang timbul setelah KH Ahmad Dahlan mendirikan sebuah sekolah setahun sebelum lahirnya Muhammadiyah.

KH Ahmad Dahlan khawatir jika nanti wafat, sekolah yang didirikannya tidak ada lagi yang meneruskan. Maka, oleh para teman dan santrinya KH Ahmad Dahlan disarankan untuk membentuk organisasi. Organisasi inilah yang nanti akan mengelola sekolah yang didirikan KH Ahmad Dahlan. Sekolah itupun tidak lagi menjadi milik pribadi maupun keluarga KH Ahmad Dahlan, tapi sudah milik organisasi.

Saat KH Ahmad Dahlan mendekati masa ajalnya, Beliau berpesan kepada istri dan anaknya agar tetap menghidup-hidupi Muhammadiyah, dan tidak menggantungkan kehidupannya kepada Muhammadiyah. Pesan inilah yang kemudian menjadi spirit gerakan Muhammadiyah. Padahal sebenarnya pesan itu hanya untuk keluarga dan keturunan KH Ahmad Dahlan, tetapi akhirnya diamini oleh para penggerak Muhammadiyah di kemudian hari.

Tapi, pesan itu sesungguhnya bukan berarti KH Ahmad Dahlan meminta mereka yang berkhidmat di Muhammadiyah tidak berhak mendapat imbalan secara patut jika memang Muhammadiyah secara kemampuan bisa memberikan apresiasi kepada mereka yang telah bekerja keras untuk Muhammadiyah. Hal ini sejalan dengan pesan lain KH Ahmad Dahlan kepada murid-muridnya: “Jadilah kalian dokter, meester (sarjana hukum), insinyur, dan kembalilah ke Muhammadiyah”. Tentu dibalik pesan tersebut terkandung pula konsekwensi saat mengajak mereka yang sudah sukses dalam pendidikan untuk kembali ke Muhammadiyah.

Bahwa di awal-awal berdirinya Muhammadiyah lebih banyak menerima donasi dan bantuan, bahkan KH Ahmad Dahlan dengan penuh kesadaran melelang berbagai perabot dan meubel miliknya pribadi untuk menyokong pergerakan Muhammadiyah, itu adalah sebuah konsekwensi perjuangan. Namun itu tidak bisa dipaksakan kepada semua orang, apalagi menuntut agar mereka mau memeras keringatnya untuk Muhammadiyah tanpa ada imbalan yang patut, padahal Muhammadiyah mampu memberikannya. Lebih baik jika mereka yang bekerja untuk Muhammadiyah mendapatkan imbalan yang patut, dan dengan kesadarannya mereka mau mendonasikan sebagian hartanya melalui Muhammadiyah, daripada mereka dengan terpaksa harus menerima imbalan di luar kepatutan lalu menggerutu.

Muhammadiyah didirikan untuk memberi solusi atas persoalan yang sedang dihadapi ummat Islam dan masyarakat luas. Tentu ada perubahan dari masa ke masa atas apa yang menjadi persoalan dan permasalahan ummat. Jika pada zaman KH Ahmad Dahlan masalah utama adalah pendidikan dan kemiskinan, mungkin untuk saat ini sudah berkembang kepada persoalan yang lain seperti kebencanaan, lingkungan hidup, dan lain-lain. Oleh karena itu bukan hal yang aneh jika secara teknis dan praktis Muhammadiyah saat ini mungkin memiliki cakupan gerakan yang melebar dan agak berbeda. Tetapi secara prinsip Muhammadiyah tetaplah sebagai gerakan dengan spirit ajaran Islam untuk mencari jalan keluar terhadap persoalan yang tengah dihadapi ummat Islam dan masyarakat luas. Jika ini yang dipedomani, maka Insya Allah Muhammadiyah tidak akan menjadi beban atau bahkan benalu bagi ummat Islam dan masyarakat, tetapi justru menjadi penyelamat bagi problem keumatan dan kemanusiaan. Wallahu a’lam.

*catatan :
Syair lagu “MILAD MUHAMMADIYAH”

Delapan Dzulhijjah
Tiga belas tiga puluh Hijriyah
Ikrar dinyatakan
Gerakan Islam Berkemajuan

Muhammadiyah berkembang
Di sluruh penjuru dunia
Membawa pencerahan
Mengentaskan ummat dari kegelapan

Mari kita lanjutkan
Amanah Ahmad Dahlan
Jangan kita kotori
Dengan perbuatan yang tak terpuji

Semoga Allah ridloi
Apa yang telah kita jalani
Tegakkan ajaran Islam
Rahmat bagi seluruh alam.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah 2006-2010

Related posts
Opini

Mbak Bayin dan Perkaderan Pertamaku

Oleh Siti Marhamah Circa 1996, aku mengikuti perkaderan formal pertama di Nasyiatul Aisyiyah…
Read more
IslamKares Solo

Biodata Ketua Umum PP Aisyiyah periode 2022-2027

Muriamu.id, Kudus – Nama Salmah Orbayyinah barangkali cukup jarang terdengar di telinga warga…
Read more
Opini

Mengapa Muktamar Muhammadiyah Sangat #GakLucu?

Oleh: Yusuf Rohmat Yanuri Pada 18-20 November 2022, Muhammadiyah menggelar Muktamar ke-48 di…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *