Opini

Move On : Arah Kedepan Indonesia

Move On : Arah Kedepan Indonesia

Oleh : Lail Usri Yusro – Kader Hijau Duabelas Sinar

Serangkaian pemilu 2024 telah selesai. Dari proses pendaftaran sampai akhir hasil pemilu yang di umumkan Komisi Pemilhan Umum (KPU) sampai Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 telah selesai digelar oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari kemarin, Senin, 22 April 2024.

Khusus untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, tentu paling banyak menyita banyak perhatian dari berbagai lapisan masyarakat, sehingga yang memperoleh mandat rakyat yang akan memimpin bangsa Indonesia lima tahun ke depan. Dan untuk semua lapisan masyarakat Indonesia tugasnya mengawal semua janji-janji saat masa-masa kampanye, terkhusus untuk parpol yang mengusung pasangan Presiden dan Wakil Presiden dan tim pemenangan pasangan Presiden dan Wakil Presiden.

Baca juga :  Menyoroti Rusaknya Rumput Alun-Alun Kudus Pasca Dhandangan 2023

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasilnya kembali, untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden maka itulah hasil proses Demokrasi yang harus diterima oleh semua lapisan masyarakat secara sah. Bagi pemilih dan berbagai pihak ditubuh bangsa ini, apakah hasil Pemilu 2024 tersebut sesuai harapan atau sebaliknya tidak sejalan harapan, maka disitulah sikap demokrasi untuk harus lapang dada menerima hasil pemilu secara baik dan elegan.

Kepada seluruh masyarakat bangsa Indonesia segera Move On dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat pasca Pemilu 2024 telah usai. Terutama untuk para pihak yang pilihannya kalah atau tidak sesuai harapan semula. Move On artinya berpindah atau berjalan terus dari suatu peristiwa yang tidak menyenangkan dalam perjalanan kehidupan, termasuk dalam berkontestasi politik melalui Pemilu 2024. Dengan Move On semua pihak dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang telah dilalui, kemudian melanjutkan hidup tanpa penyesalan dan dendam.

Baca juga :  Mensucikan Hati (Nafs)

Move On bukanlah berarti kalah, tetapi pilihan rasional dan jalan perjuangan disertai langkah-langkah baru yang lebih baik. Sungguh merugikan jika urusan politik lima tahunan menjadikan diri sendiri jatuh. Politik itu urusan duniawi yang tidak abadi dan dapat berubah, sehingga diperlukan sikap yang  tengahan dalam menghadapi agar tidak melahirkan sikap ekstrem dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Masyarakat Indonesia harus Move On kembali karena perjalan bangsa ini masih jauh, untuk menatap arah depan Indonesia ini.

Related posts
Opini

UKT Ugal-Ugalan: Pendidikan untuk Siapa?

Oleh: Riza A. Novanto, M.Pd – Pemerhati Pendidikan, Dosen STIKes Muhammadiyah…
Read more
Opini

Mengenal Karakter Umum Pengikut Salafi

Oleh: Dr H Ali Trigiyatno, MAg – Ketua Majelis Tabligh PWM Jateng Berdasarkan pengamatan…
Read more
Opini

Menebar Kebaikan di Era Disrupsi

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Era Disrupsi sudah tidak…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *