Opini

Menginstal Akhlaq Bangsa

Menginstal Akhlaq Bangsa

Oleh : Pujiono
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono

Menginstal adalah proses memasang, Akhlak adalah tabiat atau sifat seseorang, yakni keadaan jiwa yang telah terlatih, sehingga dalam jiwa tersebut benar-benar telah melekat sifat-sifat yang melahirkan perbuatan- perbuatan dengan mudah dan spontan tanpa dipikirkan dan diangan-angan lagi. Sedangkan Bangsa adalah Kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan.

Mengintal Akhlak Bangsa bisa kami maknai memasangkan , mengadakan, membudayakan perilaku terpuji dalam lingkungan kita.

Sebuah tugas suci mulia ini ada pada guru dan orang tua. betapa hati ini menjadi adem mana kala melihat anak tertib dimasjid, Tutur katanya Sopan, perilakunya andap asor, Hormat patuh pada aturan, budaya Antri dan lain sebagainya.

Pahala Yang tentunya akan terus mengucur pagi para guru mulia ini bila memang anda yang menanamkan Akhlaq mulia itu.

Bisa di bayangkan bila semua Generasi bangsa tertata, Sebuah peradaban qoryah Thoyibah akan menjadi nyata. Maka hal itu harus di mulai dari Kita, mulai dari yang kecil bahkan pribadi. Kesadaran Pribadi inilah yang akan terbawa sampai mati. bukan Kesadaran karrna takut atau saat diawasi.

Untuk itu tentunya di perlukan :

  1. Keistiqomahan ( Ajek ) Semuanya
  2. budaya Malu Bila Melanggar atau tidak melaksanakan ketentuan. Al- Haya’ Minal Iman, Malu itu sebagian dari iman. Jika tidak ada malu, Keimanan kita di pertanyakan?
  3. Budaya saling mengingatkan, orang yang mau mengingatkan kita itu berarti peduli dan sayang sama kita khusnudhon saja demi kebaikan, jangan mudah marah bila diingatkan
  4. Komitmen Bersama untuk sebuah tatanan peradaban yang lebih baik.

Dengan demikian Tidaklah susah bila setiap pribadi memiliki komitmen yang sama. keluhuran niat, untuk kebaikan generasi masa depan dengan peradaban Sholeh, Cerdas, Kreatif Dan Mandiri.

Semoga Kita bisa menggapainya.
Aamiin

Perjalan Menuju Godean Jogja, 12 November 2022

Related posts
Opini

Merenungkan 5 Pertanyaan Kritis Buya Ahmad Syafi’I Ma’arif pada Muktamar ke-48

Muktamar Muhammadiyah yang ke-48 dimulai hari ini. Gelaran musyawarah tertinggi salah satu ormas…
Read more
Opini

Dari Zaman Kolonial Hingga Milenial, 110 Tahun Muhammadiyah Berdiri

Oleh Ilham Ibrahim Tepat berusia 110 tahun, lahir di desa Kauman tahun 1912, Muhammadiyah lahir…
Read more
Opini

Isu Stunting, Telat Masuk Sekolah, dan Muktamar Aisyiyah ke-48

Saya memutuskan untuk tidak ikut dulu rombongan penggembira Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ke-48 di…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *