Menghargai Perbedaan di Negara Indonesia untuk Membangun Masyarakat yang Harmonis dan Toleransi
Opini

Menghargai Perbedaan di Negara Indonesia untuk Membangun Masyarakat yang Harmonis dan Toleransi

Oleh Syauqi Ali Al Haidar, Mahasiswa Prodi Teknik Informatika, Politeknik Harapan Bersama Tegal

Menghargai perbedaan adalah langkah penting untuk memperluas wawasan kita. Dalam menjalin hubungan yang harmonis, kita memiliki kesempatan untuk belajar tentang budaya, agama, dan tradisi yang berbeda. Melalui pemahaman yang lebih mendalam, kita dapat menghilangkan pandangan negatif yang kita miliki terhadap kelompok lain. Menghargai perbedaan ini juga membuka peluang untuk mempelajari sesuatu yang baru, melihat keunikan budaya lain, dan memperluas kita tentang dunia.

Dalam masyarakat yang beragam, setiap individu memiliki hak untuk menjalankan keyakinan agama dan pandangan politik mereka sendiri, selama hal tersebut tidak melanggar hukum atau membahayakan orang lain. Dalam menghormati perbedaan, kita juga dapat belajar dari sudut pandang orang lain, menghadapi tantangan baru, dan mencapai solusi yang lebih baik.

Menghargai perbedaan merupakan sikap penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Dalam negara Indonesia terdapat semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang telah menjadi landasan kuat untuk menghargai dan menghormati berbagai kelompok masyarakat yang memiliki perbedaan yang beragam di segala aspek kehidupan.  berkehidupan di negara Indonesia yang saling menghargai atau menghormati atas perbedaan suku, ras dan agama adalah tegaknya pilar Bhineka Tunggal Ika.

Baca juga :  Mengembalikan “Siti Khotidjah” di Kudus

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu yang berasal dari frasa bahasa Jawa Kuno, Kakawin Sutasoma yang dilambangkan dengan burung Garuda. Kakawin Sutasoma adalah Semboyan ini diambil dari puisi Jawa kuno “Kakawin Sutasoma” yang ditulis pada abad ke-14 oleh Mpu Tantular, seorang penyair dan filsuf terkenal yang dituliskan menggunakan bahasa Jawa kuno dengan aksara Bali.

Cara menerapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika di kehidupan sehari-hari dengan saling menghargai sesama warga Indonesia walaupun kita berbeda agama maupun budaya, menjaga persatuan, hingga bergotong-royong dengan sekitar kita. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keragaman agama yang tinggi. Mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, namun terdapat juga pemeluk agama Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Agama tersebut hidup berdampingan dan saling menghormati, mencerminkan semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Salah satu manfaat utama memiliki sikap menghargai perbedaan adalah memudahkan terbentuknya hubungan sosial yang positif. Ketika individu atau kelompok masyarakat mampu menghargai perbedaan, mereka lebih mampu membuka diri terhadap sudut pandang dan pengalaman yang berbeda.Selain itu, sikap menghargai perbedaan juga berperan penting dalam menumbuhkan persatuan dan kesatuan antarmasyarakat. Dengan menerima dan menghormati perbedaan, masyarakat dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama, seperti pembangunan negara yang lebih maju.

Baca juga :  Jelang Seabad “Cabang Muhammadiyah Kudus”, Siapa Layak Jadi Pimpinan? (2)

Sikap menghargai perbedaan juga berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan sosial yang rukun, harmonis, dan nyaman. Ketika individu merasa dihargai dan diterima apa adanya, mereka merasa lebih nyaman dan lebih mampu berkontribusi secara positif dalam masyarakat. Bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya, agama, suku, dan bahasa. Dengan menghormati dan menghargai perbedaan ini, masyarakat dapat menambah wawasan dari berbagai kelompok untuk menciptakan kemajuan dan perkembangan yang lebih maju.

Negara Indonesia merupakan negara besar yang kaya dengan keragamanya, hal ini memerlukan sikap toleransi yang saling menghargai sebuah perbedaan dan sikap toleransi tidak hanya di terapkan pada satu bentuk saja, Sikap toleransi yang saling menghargai sangat penting dalam menghadapi keragaman di Indonesia. Toleransi harus melampaui perbedaan agama dan mencakup semua aspek kehidupan seperti budaya, suku, bahasa, dan pandangan politik. Ada banyak toleransi yang diterapkan di kehidupan sehari hari antara lain toleransi terhadap ras, suku dan budaya, toleransi berpolitik, toleransi pergaulan, toleransi bersosial media. Menghargai perbedaan adalah langkah-langkah penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. Hanya dengan menghargai dan menerima perbedaan, kita dapat mencapai kesatuan dalam keberagaman di Indonesia.

Baca juga :  Ngaji "Bareng" Prof. Abdul Mu'ti

Hidup berkebangsaan dengan menghargai perbedaan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang harmonis. Dengan mempraktikkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik, di mana setiap orang dihormati dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Keragaman di Indonesia adalah kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Melalui keberagaman budaya, bahasa, agama, dan lainya Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara yang harmonis dan maju. Dalam merangkul dan menghargai keragaman ini, kita dapat membangun sebuah masyarakat yang saling menghormati. Sebagai warga negara, kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan menganut paham toleransi. Jangan sampai Indonesia terpecah-belah akibat isu-isu negatif. Ingat kata pepatah, “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” merupakan ajakan moral agar kita senantiasa membangun persatuan untuk mewujudkan kekuatan dalam menghadapi segala rintangan.

DAFTAR PUSTAKA
”Apa Arti Semboyan Bhinneka Tunggal Ika? Pahami Maknanya Bagi Indonesia” Liputan6.com, 15 Mei 2023.
“6 Macam Bentuk Toleransi” Kompas.com, 24 Maret 2023.
“Manfaat Memiliki Sikap Saling Menghargai Perbedaan”  Kompas.com – 17 Desember 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *