Opini

Mbak Bayin dan Perkaderan Pertamaku

Mbak Bayin dan Perkaderan Pertamaku

Oleh Siti Marhamah

Circa 1996, aku mengikuti perkaderan formal pertama di Nasyiatul Aisyiyah (DANA 1), usiaku masih SMP, yang walaupun di sekolah gblk sekali, di kampung cukup aktif di organisasi (Remaja Masjid, Orena dan kemudian NA).

Salah satu narsum dari DANA 1 itu adalah Mbak Bayin yang saat itu sudah di PPNA (seingatku Muktamar NA terakhir Mbak Bayin itu di Makassar 2008, saat itu aku jadi staff kantornya PPNA). Salah satu kata-kata dari Mbak Bayin yang ngga lupa sampai hari ini adalah “Tiada rotan akar pun jadi, tapi jika akarnya akar rumput-rumputan tidak bisa menggantikan rotan.” Dalam konteks perkaderan ya intinya walaupun mungkin kita ngga bisa menyamai kualitas senior2 dan pendahulu-pendahulu kita ya tetap berusahalah untuk jangan njeglek banget 😅.

Boleh dibilang Mbak Bayin ini termasuk “darah biru” nya Aisyiyah. Beliau adalah priyayi Kauman asli, cucu dari Umniyah, salah satu pegiat Siswo Proyo Wanito yang kemudian menjadi Nasyiatul Aisyiyah. Umniyah termasuk pelopor TK ABA Aisyiyah yang sekarang jumlahnya sudah 20 ribu lebih di Indonesia. Sementara Mbah Buyutnya adalah Muhammad Sangidu, murid pertama Kyai Dahlan, pemilik nomor anggota Muhammadiyah nomor 1, dan konon, Sangidu-lah yang mengusulkan nama Muhammadiyah.

Tapi PERCAYALAH, beliau berada di titik ini, saat ini, adalah karena memang Mbak Bayin ini pejuang dari sejak sangat muda. Ngalamin dari jaman ranting, cabang, hingga ke PPNA, terus ke Aisyiyah. Ngga pernah nyebut-nyebut dia cucunya siapa dan ngga pernah menganggap berhak mendapatkan privielege karena “darah biru”nya itu. Percayalah di Muhammadiyah, hal-hal seperti itu nggak payu, nggak lakuu.

Muhammadiyah adalah milik kita semua yang mau mengurusnya. Kita melihat bagaimana kesungguhan seseorang dalam berjuang, mewakafkan sebagian waktu, ngga mutungan, dengan tetap membangun karir professionalnya secara sungguh-sungguh dan bertanggungjawab.

Sebagai tambahan informasi, beliau merupakan Doktor di bidang Farmasi, yang banyak riset tentang obat dan makanan halal. Jadi ya menurutku beliau memang salah satu perempuan berkemajuan yang sudah sangat cocok jika dipercaya untuk memimpin organisasi yang besar ini.

Selamat bekerja Mbak. Semoga bisa membangun kolaborasi yang mantabbb di Aisyiyah yang banyak banget akademisi, ahli-ahli dan praktisinya. Semakin berkemajuan, mencerahkan peradaban bangsa. Terimakasih sudah menjadi guru dan inspirasiku. Hes pokokmen aku padamu Mbak 😘

Related posts
Opini

Mengapa Muktamar Muhammadiyah Sangat #GakLucu?

Oleh: Yusuf Rohmat Yanuri Pada 18-20 November 2022, Muhammadiyah menggelar Muktamar ke-48 di…
Read more
Opini

Muhammadiyah dalam Melejitkan Daya Saing Pendidikan Berkemajuan
(Refleksi 110 tahun dan Muktamar ke-48 Muhammadiyah)

■ Dr. Muhtadin Tyas(Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Depok) Ketua Dewan Professor ITS Prof.
Read more
Opini

Bertemu Keluarga

Oleh: A. Hilal Madjdi (Ketua PDM Kudus) Tiba-tiba saja tenggorokan terasa tercekat, semacam ada…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *