Opini

Masih terus Belajar Nulis

Masih terus Belajar Nulis

Menulis itu mencerahkan fikiran. Mencerdaskan dan membangkitkan daya nalar. Demikian juga aktivitas akan meluaskan wawasan. Dari usaha untuk menelurkan ide dengan dituangkan dalam sebuah tulisan, maka akan melanggengkan ide dan gagasan sebagai sebuah tawaran jalan keluar dari sebuah persoalan karena begitu kompleksnya persoalan yang bersliweran di benak pikiran.

Upaya mengikat ide dan gagasan harus dengan memberanikan diri untuk menggoreskan sebuah kalimat berbentuk judul tulisan, satu alenia, dua alenia dan seterusnya lalu meruntutkan dan begitu seterusnya hingga berbentuk tulisan yang sistematis dan mengalir.

Runtut dan mengalir serta renyah tulisan kita suatu saat akan tiba waktunya, Beriringan dengan menikmati kesungguhan dalam menuliskan ide dalam fikiran positif kita.

Tiga kali Kopdar oleh muriamu.id memberi warna dan semangat baru bagi insan pegiat jurnalis dan penulis dalam menuangkan ide dan gagasan tersebut. Warna tersendiri bagi para penulis muda dan pemula di seputar Kudus Jepara dan sekitarnya. Demikian juga dengan saya. Saya merasa ada tambahan suntikan semangat untuk dapat mengelola sisa kesempatan di tengah-tengah hiruk pikuk pekerjaan yaitu dunia pendidikan. Saya merasakan kepuasan tersendiri disaat sibuk dengan urusan pekerjaan utama, namun dapat menyempatkan untuk menulis. Karena begitu banyak tantangan di depan mata, seakan memanggil diri kita untuk hadir lewat ide yang terkelola dalam bentuk tulisan sebagai sebuah tawaran dalam memberikan alternatif pemikiran. Kalau tulisan kita belum mencerahkan orang lain minimalisnya daya dobrak untuk loncatan perkembangan pemikiran dalam diri sudah dilakukan.

Khusus portal berbasis digital seperti sekarang ini, sungguh sangat penting dan sangat perlu digalakkan, apalagi kita sudah mengakui bahwa pioneer jurnalistik sebenarnya adalah Muhammadiyah dengan Suara Muhammadiyah-nya. Kita dianggap kader persyarikatan tidak sekedar bangga, tetapi dibutuhkan spirit untuk memberikan kontribusi nyata dalam bentuk syiar kebaikan lewat tulisan-tulisan kita.

Inilah daya tawar. Masyarakat dengan hampir semuanya memilki sumber informasi lewat alat-alat informasi yang berkembang menanti kiprah yang lebih intens yang tidak hanya dalam bentuk syiar dengan mewartakan saja, namun lebih mengarah kepada mengolah ide dan gagasan sebagai sebuah pencerahan. Semoga dimudahkan. Terima kasih muriamu.id (Akhmad Faozan- penulis pemula tinggal di Mayong Jepara).

Related posts
Opini

Mbak Bayin dan Perkaderan Pertamaku

Oleh Siti Marhamah Circa 1996, aku mengikuti perkaderan formal pertama di Nasyiatul Aisyiyah…
Read more
Opini

Mengapa Muktamar Muhammadiyah Sangat #GakLucu?

Oleh: Yusuf Rohmat Yanuri Pada 18-20 November 2022, Muhammadiyah menggelar Muktamar ke-48 di…
Read more
Opini

Muhammadiyah dalam Melejitkan Daya Saing Pendidikan Berkemajuan
(Refleksi 110 tahun dan Muktamar ke-48 Muhammadiyah)

■ Dr. Muhtadin Tyas(Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Depok) Ketua Dewan Professor ITS Prof.
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *