NasionalNews

LBH PP Muhammadiyah Segera Laporkan Hasanuddin AP Terkait Ancaman Pembunuhan Warga Muhammadiyah

LBH PP Muhammadiyah Segera Laporkan Hasanuddin AP Terkait Ancaman Pembunuhan Warga Muhammadiyah

Muriamu id, Kudus – Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1444 H di Indonesia berlangsung aman dan tenteram. Meski ada perbedaan tanggal penetapan idul fitri antara Muhammadiyah dan sejumlah kelompok masyarakat dengan pemerintah, secara umum salat Ied berlangsung kondusif, bahkan di beberapa lokasi Kokam dan Banser bergantian menjaga salat Ied yang dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu.

Namun tidak demikian halnya di media sosial, dilansir dari Republika.co.id, jagat lini masa Twitter dihebohkan dengan status mengerikan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Status itu ingin membunuh semua warga Muhammadiyah karena merayakan Lebaran pada Jumat (21/4/2023). Hal itu berbeda dengan pemerintah yang menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah pada Sabtu (21/4/2023).

Republika menyebut Polemik itu bermula dari status Facebook yang ditulis Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin. Mantan kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) itu heran dengan Muhammadiyah yang tidak taat kepada pemerintah terkait penentuan Lebaran 2023, namun ingin memakai lapangan untuk sholat Idul Fitri.

Baca juga :  Pencegahan Stunting dan Penguatan SDM Kesehatan UMKU dan IBI Jepara

“Eh, masih minta difasilitasi tempat sholat Id. Pemerintah pun memberikan fasilitas,” ujar Thomas dalam status yang viral dikutip Republika.co.id di Jakarta, Senin (24/4/2023).

Status Thomas ditanggapi anak buahnya yang merupakan pakar astronomi BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin. Melalui akun AP Hasanuddin, ia menuliskan kemarahan atas sikap Muhammadiyah dengan me-mention akun Ahmad Fauzan S.

Peneliti BRIN AP Hasanuddin menulis status viral, “Sini saya bunuh kalian satu-satu.

“Kalian Muhammadiyah, meski masih jadi saudara seiman kami, rekan diskusi lintas keilmuan tapi kalian sudah kami anggap jadi musuh bersama dalam hal anti-TBC (takhayul, bidah, churofat) dan keilmuan progresif yang masih egosektoral. Buat apa kalian berbangga-bangga punya masjid, panti, sekolah, dan rumah sakit yang lebih banyak dibandingkan kami kalau hanya egosentris dan egosektoral saja?” kata Hasanuddin.

Baca juga :  Lulusan Sekolah Wirausaha Aisyiyah Tahunan Jepara Komitmen Atasi Stunting

Dia masih melanjutkan statusnya yang mengancam setelah berdebat dengan warganet lain. “Perlu saya halalkan gak nih darahnya semua Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global dari Gema Pembebasan? Banyak bacot emang!!! Sini saya bunuh kalian satu-satu. Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan! Saya siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian,” kata Andi.

Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik PP Muhammadiyah mengecam keras tindakan AP yang secara terbuka mengancam membunuh warga Muhammadiyah. Taufiq Nugroho, Ketua LBH PP Muhammadiyah menyatakan segera membuat laporan polisi agar kasus ini secepatnya diproses.

LBH PP Muhammadiyah Segera Laporkan Hasanuddin AP Terkait Ancaman Pembunuhan Warga Muhammadiyah

“Besok laporan polisi segera kami proses.” jelas Taufiq.

Sam

Related posts
IslamKares KeduKesehatanNews

Majelis Kesehatan dan LLHPB Kab Magelang Gelar Tri Wulan Bersama

Muriamu.id, Magelang – Bertempat di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Muhammadiyah Bandongan…
Read more
Kabar JatengKabar MuriaNewsPopuler Kudus

Resmi dikukuhkan, Berikut jajaran struktur PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kudus Periode Muktamar XVIII

Muriamu.id, Kudus — Jajaran Pengurus dan Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kudus resmi…
Read more
IslamKares SemarangKesehatanNews

Peran LLHPB Aisyiyah Dalam Mendukung Respon Bencana Banjiir Demak

Muriamu.id, Demak – Duka mendalam menyelimuti kita. Semua relawan larut dalam kesedihan.
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *