Opini

Kurikulum Islamic Green School: Sebuah Ijtihad Memadukan Ekologi Islam dan Pendidikan Berkelanjutan

Kurikulum Islamic Green School: Sebuah Ijtihad Memadukan Ekologi Islam dan Pendidikan Berkelanjutan

Oleh: Alvin Qodri Lazuardy, Kepala Sekolah Menengah Pertama At-Tin UMP, Marga Ayu.

Pendidikan dianggap sebagai kunci utama dalam mengubah suatu masyarakat, dan Kurikulum Green School telah berhasil merangkum esensi dari transformasi tersebut dengan menggabungkan prinsip-prinsip Ekologi Islam dan pendidikan berkelanjutan. Fokusnya tidak hanya terpaku pada akuisisi pengetahuan semata, melainkan turut memperhatikan pembentukan karakter, etika lingkungan, dan kesadaran akan tanggung jawab terhadap alam semesta, sejalan dengan ajaran-ajaran Islam.

Konsep utama dalam Kurikulum Islamic Green School  adalah Ekologi Islam, yang menyoroti konsep khalifah fil Ardhi (pemimpin/penjaga), yang menegaskan bahwa manusia adalah pemegang tanggung jawab terhadap lingkungan alam sebagai amanah dari Allah. Dalam perspektif ini, Kurikulum Islamic Green School  menanamkan nilai-nilai seperti tawhid, adl, amanah, dan mizan sebagai dasar pendidikan lingkungan. Konsep paham ketuhanan (tawhid) mengajarkan bahwa alam semesta adalah ciptaan Allah yang satu, dan nilai keadilan (adl) diterapkan pada penggunaan sumber daya alam dengan bijak.

Sejalan dengan prinsip-prinsip ekologi Islam, Islamic Green School memberikan perhatian khusus pada keberlanjutan. Pembelajaran praktis dan interaktif memungkinkan siswa untuk mengalami dan mengimplementasikan konsep-konsep ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Inovasi dalam pembelajaran melibatkan mata pelajaran terpadu yang memadukan konsep ekologi dengan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum ilmu pengetahuan, matematika, bahasa, dan lainnya.

Selain itu, Kurikulum Islamic Green School mencakup aktivitas dan proyek-proyek berbasis lingkungan yang memberdayakan siswa untuk berkontribusi pada pelestarian alam dan keberlanjutan. Melalui keterlibatan komunitas lokal, siswa diajak untuk memahami dan mengatasi tantangan lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat mereka.

Baca juga :  Menanam Pohon: Pesan Eco-Teologis dan Revolusi Mental Manusia Terhadap Lingkungan

Pentingnya pembentukan karakter dan etika lingkungan berbasis Islam juga menjadi fokus dalam kurikulum ini. Pendidikan keuangan syariah menjadi bagian integral dari kurikulum, memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami keberlanjutan lingkungan tetapi juga menjalani gaya hidup yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Melalui penerapan nilai-nilai ini, Kurikulum Islamic Green School membimbing siswa untuk menjadi khalifah yang bertanggung jawab, memelihara, dan menjaga keseimbangan dalam alam semesta. Dengan demikian, sekolah ini tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademis, tetapi juga pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan keseimbangan ekologi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kurikulum Islamic Green School  adalah langkah konkret menuju pendidikan yang merangkul ekologi dan etika lingkungan sebagai bagian integral dari pembentukan karakter siswa.

Menemukan Guru Ideal untuk Islamic Green School

Dalam pencarian guru untuk mengajar di Sekolah berbasis “Islamic Green School ,” kita mencari individu yang tidak hanya memiliki kecerdasan dalam bidang pelajaran, tetapi juga mampu mengajarkan nilai-nilai Islam dan memiliki kesadaran tinggi terhadap lingkungan. Apa saja kriteria yang harus dipenuhi, mari sedikit menyimak.

Pertama, seorang guru harus memiliki pendidikan dan kualifikasi yang sesuai, seperti latar belakang di bidang pendidikan agama Islam atau ilmu lingkungan.

Baca juga :  Sepuluh

Kedua, pemahaman yang mendalam tentang Islam sangat penting. Guru harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran dan mengajarkan etika lingkungan sesuai dengan ajaran Islam.

Ketiga, kesadaran lingkungan menjadi kunci. Seorang guru harus peduli dengan isu-isu lingkungan dan memiliki kemampuan untuk menginspirasi siswa agar memiliki perhatian yang sama terhadap lingkungan.

Keempat, pengalaman pengajaran yang baik dan keterampilan berkomunikasi yang memadai sangat diperlukan. Guru harus mampu menggunakan metode pengajaran yang menarik dan membantu siswa menghubungkan antara ilmu pengetahuan (sains), agama (Islam), dan lingkungan.

Kelima, keterlibatan dalam kegiatan dan proyek lingkungan di dalam dan di luar sekolah harus menjadi prioritas. Keterlibatan dengan komunitas lokal dan lembaga lingkungan juga harus menjadi bagian integral dari peran mereka.

Keenam, kemampuan beradaptasi dan semangat inovasi sangat diperlukan. Guru harus dapat mengikuti perubahan dalam kurikulum dan tetap kreatif dalam proses pengajaran.

Terakhir, seorang guru harus senantiasa memiliki semangat belajar. Mereka harus rajin meningkatkan pengetahuan mereka tentang isu-isu lingkungan dan perkembangan ilmu pengetahuan terbaru. Dengan guru yang memenuhi kriteria ini, Sekolah berbasis Islamic Green School dapat memastikan bahwa staf pengajarnya tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga memberikan inspirasi kepada siswa untuk memahami betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara Islam dan pelestarian lingkungan.

Related posts
Opini

Idulfitri

Oleh : Wildan Sule Man Tulisan ini saya hadirkan sebab sebentar lagi Ramadhan 1445 H akan segera…
Read more
Opini

Ber-Idul Fitri (Bukan) Hanya Saling Memaafkan

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Idul Fitri merupakan hari raya…
Read more
Opini

Tradisi Mudik & Geliat Ekonomi Kaum Urban

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Tradisi mudik pada hari raya…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *