Opini

Jiwa Corsa Saudagar Muhammadiyah

Jiwa Corsa Saudagar Muhammadiyah

Oleh Budiarto, S.IP, M.Si
Penulis adalah Salah Satu Anggota UPP PDM Kudus, Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh.

Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)”.
 (HR. Bukhari dan Muslim).

Berdagang merupakan bagian dari kehidupan yang dijalani oleh warga Muhammadiyah, berbagai ragam barang dan jasa yang ada disekitar kita di perdagangkan sebagai ikhtiar untuk mencari keuntungan dan menjemput keuntungan yang dipercaya sebagian rejeki dari Allah SWT yang di tebarkan di muka bumi ini. Jutaan orang berbondong bondong dengan secepat cepatnya, baik secara individu maupun berkelompok bergerak kesana kemari untuk mendapatkannya, tidak terkecuali didalamnya ada orang per orang kader dan simpatisan bahkan atas nama lembaga Muhammadiyah berjuang untuk meraih dengan maksimal keuntungan tersebut.

Baca juga :  Madu dan Imunitas

Fenomena di atas merupakan sunatullah hidup manusia di muka bumi ini sebagai upaya untuk bertahan hidup dan berkehidupan, sebagai Saudagar Muhammadiyah yang percaya dengan aturan main (rule of game) berdagang dan atau bertransaksi, maka nilai – nilai penyerta berdagang harus tertanam kuat kepada diri masing-masing kader dan simpatisan Saudagar Muhammadiyah.

Nilai – nilai penyerta yang dimaksud adalah rasa solidaritas sesama Saudagar, semangat menjual dan membeli (nglarisi) dengan sesama Saudagar Muhammadiyah dan saling mempromosikan produk yang dimiliki oleh Saudagar Muhammadiyah (gethok tular) bahkan Saudagar yang satu akan merasa sedih dan segera membantu Saudagar yang lain bilamana mengalami diskriminasi  dan ketidak adilan dalam berdagang atau bertransaksi, karena perlakuan tersebut, bagi satu orang Saudagar Muhammadiyah sama saja menyakiti Saudagar Muhammadiyah yang lain. Artinya bahwa perkataan Rasulullah SAW di atas sangat relevan untuk dipraktekan sekaligus sebagai perwujudan Jiwa Corsa Saudagar Muhammadiyah. Sebagai kata kunci “salah satu anggota Saudagar sakit, maka anggota Saudagar yang lain akan ikut merasakan sakit”.

Baca juga :  FGM dan Eksistensi Madin Muhammadiyah

Sudah saatnya Saudagar Muhammadiyah merapatkan barisan, bersatu padu saling mendukung dengan membela dan membeli barang dan jasa milik Saudagar Muhammadiyah disekitar kita. Muhammadiyah sebagai Lembaga sudah saatnya merespon sinyal sinyal dari para Saudagarnya sebagai upaya dukungan dan kendali lembaga bagi kader – kadernya. Pada akhirnya Jiwa Corsa bagi Saudagar Muhammadiyah adalah salah satu modal untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal ditengah “pertarungan” berdagang dan bertransaksi

Wallahu a’lam bisshowab.

Related posts
Opini

Guru dan Tragedi Study Tour: Menelaah Tanggung Jawab

Oleh: Riza A. Novanto, M.Pd – Pemerhati Pendidikan, Dosen STIKes Muhammadiyah Tegal Ketika…
Read more
Opini

Muhammadiyah Itu Milik Semua

Oleh: Muhammad Yunus, S.Ag – Ketua PCPM Undaan, Anggota Bidang Hikmah dan Advokasi Kebijakan…
Read more
Opini

Visi Salafi 2030-2050; Indonesia Negeri Sunah, tanpa Muhammadiyah dan NU

Oleh Nurbani Yusuf Siapa bisa sanggah sukses dakwah salafi selama satu dasa warsa terakhir…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *