Hari Batik, SMP Muhammadiyah Alternatif Pati Gelar Upacara Memakai Baju Batik
Kabar MuriaNewsPopuler Pati

Hari Batik, SMP Muhammadiyah Alternatif Pati Gelar Upacara Memakai Baju Batik

Muriamu.id, PATI – Ada yang unik dalam pelaksanaan upacara Bendera, yang biasanya upacara hari Senin memakai pakaian atau seragam OSIS lengkap dengan atribut.

Siswa-siswi SMP Muhammadiyah Alternatif (Mutual) Pati menggelar upacara Bendera pada hari Senin dengan berbaju batik, Senin (2/10/23).

Upacara kali ini lebih spesial dikarenakan berbarengan dengan dua hari bersejarah, yakni Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober dan Hari Batik Nasional yang bertepatan tanggal 2 Oktober.

Baca juga :  Gerak Cepat Kokam, MDMC Pati dan Kudus Evakuasi Korban Banjir Gabus Pati

Bertindak sebagai pembina upacara, Lintal Muna yang sekaligus Kepala Sekolah SMP Mutual Pati dihadapan seluruh siswa menyampaikan sekilas sejarah akan Kesaktian Pancasila dan Hari Batik Nasional.

Kepada anak-anakku, janganlah kita melupakan Jasmerah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah), sejarah mencatat bahwa pada tahun 1965 Indonesia ada peristiwa yakni pemberontakan G 30 S/PKI. Namun, peristiwa itu dapat diatasi oleh Jendral Soeharto yang akhirnya tepat tanggal 1 Oktober dijadikan Hari Kesaktian Pancasila,” kata Lintal Muna.

Baca juga :  Gelar Halal Bi Halal, SMP Muhammadiyah 1 Pati Kemas Dengan Agenda Anjang Sana

Indonesia banyak keanekaragaman diantaranya batik, batik merupakan hasil budaya, karya, karsa masyarakat Indonesia yang penuh kreatifitas dan diakui oleh dunia, UNESCO.

Hal ini disampaikan Lintal Muna saat menjadi pembina upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pancasila dan Hari Batik Nasional.

Dalam pelaksanaan upacara Bendera memperingati dua momen tersebut, seluruh civitas akademika SMP Mutual Pati mulai dari Guru, Karyawan dan siswa memakai batik.

Baca juga :  OUTING CLASS, SD MUHAMMADIYAH BIRRUL WALIDAIN BERIKAN SUASANA BELAJAR YANG BERBEDA

Hari ini, anak-anak dan semua guru memakai batik, dengan pemakaian batik ini diharapkan anak-anak mengenal dan mengapresiasi produk batik sebagai produk lokal. Perlu diingat di Pati banyak masyarakat yang membuat batik salah satunya, Batik Bakaran di Juwana, Batik Pesantenan di Tambakromo,” pungkasnya. (aa)

Kabarpatigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *