Opini

Hampir Deadlock, Musycab Muhammadiyah Gebog Happy Ending

Hampir Deadlock, Musycab Muhammadiyah Gebog Happy Ending

Oleh Nuruz Zaman*

Tahun baru 1 Muharram 1445 H yang jatuh pada hari Rabu, 19 Juli 2023 adalah momen yang indah bagi keluarga besar Muhammadiyah Gebog. Hari itu dipilih sebagai hari pelaksanaan Musyawarah Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Gebog. Jika rata-rata Musyawarah di Muhammadiyah dilaksanakan di akhir pekan seperti Sabtu atau Ahad, hal itu “tidak bisa” dilaksanakan di Gebog, karena sebagian pegiat Muhammadiyah di Gebog ada yang masih masuk kerja di hari Ahad. Maka dipilihlah momen tahun baru hijriyah untuk “menyatukan” dua kubu hari libur ini.

Musycab dilaksanakan di kantor baru BMT Mutiara Ummat Sejahtera. Selain memfasilitasi tempat, BMT MUS juga menjadi sponsor utama Musycab Muhammadiyah – Aisyiyah Gebog. BMT ini didirikan dan dikembangkan oleh sejumlah aktivis Muhammadiyah di Gebog. Mereka, pada masanya adalah para Pemuda Muhammadiyah yang sepakat berserikat secara ekonomi dalam bentuk koperasi. Kini, tentu saja seiring berjalannya waktu, para pemuda ini telah menjadi tulang punggung perkembangan Muhammadiyah di Gebog, termasuk menjadi Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting.

Sebagai kader Muhammadiyah yang berasal dari Gebog, dan juga karena memang hari libur, saya berkesempatan mengikuti prosesi Musycab dari awal hingga akhir. Mengikuti dinamikanya, termasuk bagaimana tanggapan Ranting dan Ortom terhadap Laporan Pertanggungjawaban yang disampaikan PCM Gebog. Ada satu hal menarik dalam penyampaian tanggapan yang disampaikan oleh Ketua PCPM Gebog, yang menyebut Gebog sebagai “Raksasa Tidur”.

Baca juga :  Resolusi Tahun Baru, Apa Perlu?

Disebut Raksasa karena Gebog termasuk salah satu basis dan lumbung jamaah Muhammadiyah di Kudus, rantingnya ada dua belas,yang kebetulan sama dengan jumlah sinar pada logo Muhammadiyah. hampir semuanya aktif dan melaksanakan kegiatan dan pengajian rutin. Masjid Muhammadiyah yang ada di Gebog rata-rata besar, luas dan indah. Titik penyelenggaraan salat Ied di Gebog juga termasuk yang terbanyak di Kudus dibanding cabang lainnya. Selain itu, Gebog juga merupakan salah satu “cabang tertua” yang ada di Kudus.

Disebut tidur karena dengan segala potensinya itu, perkembangan Muhammadiyah Gebog bisa dikatakan jalan ditempat. Dari dulu kelihatannya begitu-begitu saja.

Usai pandangan umum dan ishoma, Musycab dilanjutkan dengan pemilihan formatur untuk menentukan pleno PCM Gebog periode muktamar 48. Ada lebih dari lima puluh nama yang diusulkan, namun hampir sebagian menolak dengan berbagai alasan hingga tersisa 25 nama untuk dipilih menjadi Sembilan anggota pleno PCM dalam musycab.

Pemilihan dilakukan dengan evoting. Tidak sampai satu jam, pemungutan suara dan penghitungan telah selesai. Terpilih sembilan nama yang terdiri dari kombinasi PCM periode 47 dan beberapa nama baru yaitu Ali Imron (52 suara), Ngadiru Setiawan (45), Basuki Abdullah (42), Irianto (39), Karmidi (35), Sungkowo (35), Yusron (33), Syau’din (27) dan Sutikno (26). Diantara nama baru yang masuk pleno, hanya ada satu nama yang benar-benar baru: Yusron Fanani.

Baca juga :  Membangun Apersepsi Siswa Secara Komunikatif

Selanjutnya dilaksanakan sidang formatur. Disinilah hampir terjadi deadlock. Peraih suara terbanyak tidak bersedia menjadi ketua, sementara formatur lainnya menginginkan beliau menjadi ketua sesuai amanah Musycab. Tarik ulur terus terjadi di ruang rapat formatur. Sementara Musyawirin di ruang utama gelisah menunggu hasil akhir.

Setelah hampir satu jam, rapat formatur akhirnya memutuskan secara mufakat untuk menunjuk peraih suara terbanyak kedua, Ngadiru Setiawan, sebagai Ketua PCM Gebog dengan didampingi Yusron Fanani sebagai sekretaris. Ngadiru Setiawan adalah pengusaha konstruksi, kader Muhammadiyah nyell yang tidak perlu diragukan lagi loyalitas dan kerja kerasnya.

Dengan komposisi yang ada, skuad PCM Gebog periode muktamar 48 sarat pengalaman dan harusnya sudah sangat memahami medan dakwah yang akan dihadapi. Maka, momentum Musycab inilah kesempatan Gebog untuk berbenah, menguatkan pondasi dan jamaah. Untuk selanjutnya berkembang dan mengejar segala ketertinggalannya dari cabang lain yang ada di Kudus. Tegakkan dan syiarkan dakwah Muhammadiyah di Gebog dan sekitarnya. Selamat bekerja!

*Penulis adalah Wakil Ketua PDM Kudus

Related posts
Opini

Idulfitri

Oleh : Wildan Sule Man Tulisan ini saya hadirkan sebab sebentar lagi Ramadhan 1445 H akan segera…
Read more
Opini

Ber-Idul Fitri (Bukan) Hanya Saling Memaafkan

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Idul Fitri merupakan hari raya…
Read more
Opini

Tradisi Mudik & Geliat Ekonomi Kaum Urban

Oleh : Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Tradisi mudik pada hari raya…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *