Gerakan 1821: Matikan Gawai dan Fokus Membersamai Anak
Kares SoloSekolah

Gerakan 1821: Matikan Gawai dan Fokus Membersamai Anak

Muriamu id, Solo – Terobosan gerakan 1821 oleh Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKSM) kota Surakarta perlu digelorakan. Hal tersebut disampaikan tim pembina UKS/M Kota Surakarta Drs Hartoyo MPd di Joglo Rumah dinas Walikota Surakarta pada 2 Agustus 2022.

“Dari kota Surakarta, mari kita gerakkan masyarakat setiap keluarga di rumah mematikan gawai pukul 18.00-21.00. Selamatkan anak dari pengaruh negatif HP, damping anak belajar dan sembahyang,” kata Hartoyo, Kamis (5/8/2022).

Gerakan itu dinilai positif untuk lebih merekatkan hubungan orangtua dan anak. “Kami ingin mewariskan hal-hal yang baik dari Kota Solo untuk dicontoh daerah lain. Saya rasa gerakan 1821 menjadi praktik yang baik. Semoga kedepan lahir generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, siap kompetisi masa depan,” kata Hartoyo, dengan penuh semangat dan berapi-api.

Baca juga :  EduCareer Kelas 5 SDM BW: Dari Belanja di Pasar Hingga Memasak Layaknya Koki Profesional

Menurut dia, dengan program tersebut, orangtua bisa memberikan perhatian lebih kepada anak sebab ketika gawai dimatikan, konsentrasi orangtua bisa lebih penuh diberikan untuk anak.

Gerakan 1821 ialah imbauan kepada orangtua untuk tidak menggunakan gawai selama 3 jam, yaitu pukul 18.00-21.00 WIB. Selama itu orangtua dianjurkan untuk bermain, belajar, dan mengobrol dengan anak.

Baca juga :  Hangat dan Akrab, Silaturrahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus dengan Yayasan Ma'ahid

“Orangtua bisa mengajak anaknya bermain apa saja, seperti permainan tradisional. Orangtua juga bisa menemani anak belajar dan mengaji sehingga para orangtua dapat lebih dekat dengan anak,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Hartoyo memaparkan hasi terobosan pembinaan UKSM Kota Surakarta, seperti terlibat Tim Penyusunan Standar Kantin Sekolah Sehat Ramah Anak inisiasi Gita Pertiwi Surakarta. Penyusunan Buku Pangan Masa Depan oleh Gita Pertiwi cq Rikolto Indonesia. Konsep Standar Kantin Sekolah Ramah Anak diterapkan di SD Muhammadiyah I Ketelan. Konsep Standar Sekolah Ramah Anak di adopsi oleh Rikolto Belgia dengan pengambilan sample administrasi, video, foto-foto atas rekomendasi Rokolto Indonesia.

Baca juga :  SD Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar Menyusun Kalimat dengan Puzzle Picture

“Dilibatkan dalam komunitas Solo Kota Cerdas Pangan Dunia yang berpusat di Milan Italia. Permasalahan yang kita hadapi di Kota Surakarta kini adalah Stunting,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Sekolah Sehat Berkarakter SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, mengatakan capain hasil pembinaan UKS adalah dinobatkan sebagai Juara 1 Sekolah Sehat Tingkat Provinsi tahun 2019.

Kontributor: Jatmiko
Redaktur: Sam Elqudsy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *