Opini

Energi Baru Pasca Musyda Aisyiyah Kudus

Energi Baru Pasca Musyda Aisyiyah Kudus

Oleh : Halwa Karimah Intansari

Satu pekan yang lalu Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kudus telah menyelenggarakan Musyawarah, sebuah agenda tertinggi permusyawaratan tingkat Kabupaten. Tentu gawe gede tersebut merupakan mandat anggaran dasar/anggaran rumah tangga yang wajib dijalankan untuk menyusun kepemimpinan baru periode mendatang, merancang program kerja dan evaluasi untuk keberlangsungan dan keberlanjutan kepemimpinan dan organisasi, kiranya begitu yang di sampaikan Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Ibu Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, M.Si dalam forum #AisyiyahTalk dengan tema Sukses Musywil & Musyda ‘Aisyiyah.

Musyda ‘Aisyiyah Kudus seyogianya menjadi contoh permusyawaratan organisasi otonom lainnya, yang secara tersirat membawa kebijaksanaan, keteduhan dan menyejukkan. Menjadi hal wajar ketika ada ketegangan selama diarena, spirit memenangkan calon ataupun yang bisa mengusahakan narasi itu tercapai. Terlebih saat rentang waktu  pra sampai pasca Musyda ini banyak ide/gagasan yang dinarasikan, penulis meyakini narasi-narasi tersebut akan bermuara pada Muhammadiyah Kudus yang lebih baik lagi.

Kita ketahui bersama,  Ayunda Aris Naini. S.Pd, AUD (Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Kudus) berhasil masuk dalam jajaran formatur tetap Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, sama halnya Kakanda Muhammad Abdur Rozaq, S.PdI., M.Pd (Ketua PDPM Kudus) yang juga masuk dalam jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Fenomena ini perlu kita apresiasi dan sambut dengan gembira, pertama kaderisasi di tubuh Persyarikatan berjalan baik karena mampu memunculkan pribadi-pribadi yang siap memimpin, kedua musyawirin yang notabennya adalah orang tua berkenan memberikan ruang lebih untuk generasi pelangsung untuk berkontribusi.

Baca juga :  Saatnya Perempuan Hadir di Jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus

Berlangsungnya estafet kepemimpinan dari NA ke ‘Aisyiyah menandaskan mars NA itu pasti dan seluruh kader harus siap apabila amanat itu datang menghampiri “Bersatu di dalam Nasyiah dari putri ‘Aisyiyah”. Terlepas dari lagu tersebut, kita dapat meneladani dua tokoh sosok di atas dengan prinsip yang senantiasa mereka sampaikan yakni ‘saling membesarkan persyarikatan’, dan mereka jalankan dengan menjadi kader persyarikatan dan berjuang untuk amal usaha. Saya masih sangat cukup percaya beliau sekalian benar-benar layak.

Hal ini mengingatkan penulis pada sambutan RATNA PCNA Kota di bulan Ramadhan kemarin, yang dihadiri bukan hanya kader NA di ranting tetapi juga karyawan/pegawai amal usaha AUM/A lingkup kecamatan Kota Kudus. Ayunda Aris menyampaikan dan menghighligt, “tidak hanya berkiprah dan mencari penghidupan di amal usaha namun secara kesadaran perlu dan harus lahir kader-kader dari AUM/A. Karena organisasi itu lebih dahulu ada sebelum amal usaha.” Sekilas dapat kita refleksikan, perlu memang pimpinan di Muhammadiyah, ortom bahkan amal usahanya untuk melahirkan kader dan kader yang siap di diasporakan dan diorbitkan pada ranah persyarikatan, keumatan, dan kebangsaan.

Selanjutnya ada harapan dan tanggung jawab yang menanti Ayunda dan segenap Ibunda jajaran ‘Aisyiyah Kudus, diantaranya ialah mampu menerjemahkan “Risalah Perempuan Berkemajuan” sebagai mainstrem pergerakan ‘Aisyiyah Kudus, dimana sudah menjadi rahasia umum masalah disparitas gender masih tetap berlangsung dengan maraknya kasus kekerasan, penindasan, perbudakan dan segala macam bentuk ketidakadilan yang dialami oleh perempuan.

Baca juga :  Bertemu Keluarga

Hal ini karena isu gender masih cenderung dipahami secara rendah peyoratif sehingga pandangan misogini dan dominasi struktur patriarki masih tertancap kuat diberbagai sendi kehidupan sosial masyarakat.

Tentu itu tidak mudah karena sudah berangsur lama berjalan dan sangat dekat dengan denyut nadi kehidupan sosial masyarakat kita, tetapi bukan berarti tidak bisa jika ada kesadaran dan komitmen bersama untuk mengangkat harkat martabat perempuan sebagaimana sejatinya Allah menciptakan dengan martabat, kedudukan, dan peranan yang sama-sama dimuliakan untuk menjalani kehidupan besama yang luhur dan mulia

Spirit QS An-Nahl ayat 67 yang merupakan insipirasi dari kelahiran ‘Aisyiyah perlu dikumandangkan selalu agar menjadi nilai yang harus diperjuangkan untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi, berkiprah di ruang publik, mengaktualisasikan segenap potensi fikir,zikir, dan amal, mengukir peradaban di seluruh aspek kehidupan, untuk mewujudkan masyarakat dan bangsa yang maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat.

Dalam kurun waktu tidak ada satu minggu, warga Aisyiyah segera menyongsong miladnya ke 106, dengan tema Kepempinan Perempuan Mencerahkan Peradaban Bangsa. Yang secara individu perempuan tersebut memiliki keilmuan yang cakap, keterampilan yang mumpuni, perilaku/leadership yang dibersamai akhlaqul karimah.

Selamat terpilihnya pada periode Muktamar 48 ini Ayahanda Noor Muslikan dan Ibunda Eni Alifah Kurnia sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah-Aisyiyah Kabupaten Kudus. Selamat menjalankan dakwah mencerahkan dan menggembirakan untuk kemajuan Muhammadiyah Kudus.

Related posts
Opini

Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan (Bagian 2)

Oleh: H. Nunu Anugrah P Sekretaris PD Muhammadiyah Kab. Cirebon من فرح بد خو ل…
Read more
Opini

Persiapan Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan (Bagian 1)

Oleh: H. NUNU ANUGRAH PERDANA-Sekretaris PD Muhammadiyah Kab. Cirebon Ada satu ayat Al-Quran yg…
Read more
Opini

Hasil

oleh : Wildan Sule Man Pemungutan suara telah kita lewati dua hari yang lalu, tinggal menunggu…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *