EdukasiKares SoloOpini

Bijaksana dalam Menilai

Bijaksana dalam Menilai

Oleh: Pamuji Raharjo “Pembelajar kebaikan”

Hidup ini adalah perjalanan yang akan menemui titik takdirnya, banyak hikmah yang dapat kita petik dari sebuah pengalaman hidup, dan orang yang cakap dan sholihlah yang mampu bijaksana dalam menapaki kehidupan ini dengan uluran amal kebaikan. Pastinya dia juga bijaksana dalam menilai siapapun. Tidak adil memang ketika kita menilai seseorang dari _Cassingnya_ atau hanya sebatas informasi dari orang lain yang belum tentu kebenarannya.

Siang ini ketika saya bersama anak mampir di sebuah alfamart ada pelajaran berharga bagi saya dan anak saya, ketika saya datang di sekitar alfamart ada sepasang sejoli yang usianya sekitar 19 tahun dengan pakaian gaul anak sekarang, dan yang cewek memakai switer dan celana jin bolong di bagian atas lutut dan bawah lutut. Ketika saya masuk alfamart tidak ada orang lain hanya saya, anak saya dan sejoli tadi sudah belanja dan duduk di depan alfamart.

Baca juga :  Manusia Terlahir sebagai Sang Pemenang

Singkat cerita atas kekaguman saya pada cewek yang cara berpakaiannya pasti orang menilai ini adalah anak yang nakal, akan tetapi ketika saya keluar dari alfamart si cewek tadi bolak balik masuk ke Alfamart ternyata dia melihat ada pemulung yang datang dan duduk di pojok alfamart lalu si cewek membelikan roti dan minuman untuk pemulung tadi. Saya jadi termenung dan berfikir apakah kita akan menbanggakan diri, bahwa kita adalah orang baik sebelum menata hati dan empati kita kepada siapapun dan kapanpun!.

Memang kita harus berhati-hati dan senantiasa berbuat baik, dimanapun dan kapanpun, serta bijak dalam menialai seseorang, jangan sampai hati kita terkotori karena sebuah kebencian yang terkadang sangat gegabah dalam menilai seseorang dari cassing dan informasi yang tidak benar.

Baca juga :  Akuntabilitas Bantuan Tunai Pemerintah

Pengalaman dan perjalanan panjang umur kita sudah sepantasnya menjadikan kita orang yang lembah manah dan bijaksana dalam segala hal. Memang kita harus banyak belajar karena ilmu adalah cahaya bagi pemiliknya, seorang diberi ilmu dan semakin bertambah usianya maka akan semakin baik amal ibadahnya dan akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi bagi kehidupan umat.Tetap bijaksana dalam menilai, berfokus pada perbaikan diri, jangan menilai dari _cassing saja_, dan yakinlah seburuk apapun seseorang dia memiliki kebaikan yang kadang dapat kita ambil sebagai pelajaran berharga, sebagaimana kisah seorang pelacur yang memberi minum seekor anjing yang hampir mati.

Baarakallahufikum

Karanganyar, 30 Oktober 2022

Related posts
EdukasiKabar MuriaKampusNewsPopuler Kudus

UMKU Selenggarakan Seminar Internasional Manajemen Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit

Muriamu.id, Kudus — Universitas Muhammadiyah Kudus(UMKU) kembali menyelenggarakan seminar…
Read more
EdukasiKabar MuriaKampusNewsPopuler Kudus

Perdalam Kajian Kesehatan Internasional, UMKU Selengarakan Seminar Internasional Khusus Mahasiswa

Muriamu.id, Kudus — Universitas Muhammadiyah Kudus selenggarakan seminar internasional…
Read more
Opini

Pentingnya Limbah Sampah sebagai Literasi dalam ber-Ekonomi

Oleh Syahirul Alem – Pustakawan SMP Muhammadiyah 1 Kudus Musim Penghujan tiba…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d