Opini

Belajar dari Tim Besar yang Tumbang

Belajar dari Tim Besar yang Tumbang

Oleh : Pamuji Raharjo
Principal MIM U Suka

Demam piala dunia sudah menjalar ke seantero negeri, gegap gempita piala dunia memberi banyak pelajaran berharga bagi berbagai bangsa, Qatar selaku tuan rumah piala dunia memberi pesan penting terhadap dunia betapa Islam adalah agama yang mulia dan rohmatan lil ‘alamin.

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia pendidikan saya dapat mengambil pelajaran berharga dari tumbangnya Tim-tim besar sejak babak Knock out sampai babak 8 besar. Betapa kita tidak boleh jumawa walau berstatus tim besar dan tim unggulan, begitu terkait dengan dunia pendidikan dalam hal ini mengelola sekolah, kita tidak boleh lengah apalagi merasa hebat, besar dan di Zona nyaman, karena sekolah di sekitar kita dan para pesaing terus mengintai dan belajar stratejik untuk terus maju agar kompetitif.

Kita harus menyadari bahwa tidak ada kesuksesan yang abadi di dunia ini, semua silih berganti dan semua mengatur strategi dan inovasi untuk berprestasi, barang siapa yang lengah suatu saat akan kalah juga. Bagaikan roda, bahwa kehidupan ini terus berputar, banyak sekolah yang dulu menghegomoni disegala lini dan prestasi akan tetapi akhirnya tumbang juga karena tidak dapat menjaga inovasi dan kreatifitas dalam pengembangan sekolahnya, mereka kalah dengan sekolah yang tampil apik dan solid mengikuti perkembangan jaman dan mengelola sekolah. Akhlaq dan budi pekerti harus tetap menjadi karakter utama yang melekat dalam mengembangkan sekolah sedangkan tehnologi boleh berganti sesuai dengan tuntutan jaman dan pasar.

Pelajaran terpenting dari gelaran piala dunia bagi pengelolaan pendidikan adalah: Teruslah belajar, saling bersilaturahmi betapa pentingnya sebuah kerjasama Tim, kekompakan, tidak egois, improvisasi, memiliki visi ke depan dan bahu-bahu membahu untuk sukses bersama. Seluruh elemen terkait dalam pendidikan harus saling respect, responbility, saling percaya dan men Support satu dengan yang lainnya. Jikalau ada-ada kerikil-kerikil kecil yang mengganggu perjalanan dalam mengembangkan sekolah dihadapi dengan bijaksana dan tenang, diurai bersama dan terus bahu membahu dan saling menguatkan menuju sekolah yang unggul dan berkemajuan.

Karanganyar, 11 Desember 2022

Related posts
Opini

Era Milenial: Saleh Digital sama Pentingnya dengan Saleh Sosial

Oleh: Rezza Fahlevi Hidup dan merasakan kehidupan saat ini, seperti hidup di dunia yang semakin…
Read more
Opini

Zakat Politik

Oleh: Joko Intarto Ganjar Pranowo mati langkah. Gubernur Jawa Tengah itu diberitakan menghapus…
Read more
Opini

Manisnya Iman

Oleh : Dzanur Roin*Guru SD Muhammadiyah 12 Surabaya Ada tiga hal yang jika ini ada pada diri…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: