IslamOpini

3 Ciri Kader Muhammadiyah Sejati

3 Ciri Kader Muhammadiyah Sejati

M. Muttaqin*

Setelah membaca beberapa buku Muhammadiyah yang akan saya gunakan untuk menulis disertasi, Saya menemukan point penting dan sangat menarik. Khususnya bagi para kader Muhammadiyah, pasti akan merasa terbakar kembali semangat juangnya dalam berjuang melalui wadah persyarikatan Muhammadiyah tercinta ini.

Jangan pernah merasa menjadi kader Muhammadiyah sejati kalau belum memiliki 3 ciri berikut.

1. Jatuh Cinta Pada Muhammadiyah, Kemudian Mencintai Muhammadiyah Sepanjang Hidupnya.

Kalau ia sudah jatuh cinta dan mencintai Muhammadiyah, pasti mau aktif di Muhammadiyah tanpa mengharap imbalan apapun. Bahkan ketika Muhammadiyah atau ortomnya membutuhkan dana yang besar untuk keberlangsungan dakwah, ia tidak segan mengeluarkan harta terbaiknya untuk diberikan kepada Muhamamadiyah.

2. Mereka Dekat, Mencintai, Menghargai, dan Menghormati Kader Muhammadiyah yang Dibawah Usianya.

Meski sudah menjadi tokoh yang sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat, namun masih mampu untuk selalu akrab dan berkomunikasi dengan anak muda.

Mereka sadar bahwa mereka memiliki kekurangan dan keterbatasan, baik waktu, tenaga, pikiran, harta, wawasan dan jaringan.

Sehingga saat masih aktif di struktur pimpinan, selalu memberi kesempatan dan memfasilitasi agar orang lain juga berkembang dan muncul menjadi tokoh Muhammadiyah. Lebih-lebih pada anak muda.

3. Kader Muhammadiyah Sejati Mampu Melakukan Langkah Apa Yang Disebut Sebagai MELEMBAGAKAN PRIBADI DAN TIDAK MEMPRIBADIKAN LEMBAGA.

Yang ketiga ini ciri paling unik dan ekstrim menurut saya. Bukan hanya terbatas pada kepemimpinan saja, tapi kesadaran dan langkah pelembagaan pribadi ini dilakukan.

Contohnya sering dilakukan oleh para kiai & tokoh Muhammadiyah yang mempunyai kharisma tinggi di masyarakat dan memiliki kemampuan untuk mendirikan yayasan, atau lembaga sendiri.

Dengan kelebihan dan kemampuan yang dimilikinya, mereka mewakafkan ilmunya, tenaganya, waktunya, dan tanahnya yang luas untuk membangun pesantren dan sekolah. Mereka juga mempersiapkan anak-anak kandungnya sendiri untuk belajar tinggi dan membesarkan pesantren atau sekolah yang didirikannya.

Hebatnya setelah pesantren dan sekolah itu besar, ia berikan kepada persyarikatan Muhammadiyah. Inilah yang saya anggap sebagai contoh yang ekstrim, tapi terbukti ada, nyata dan banyak.

Inilah 3 sifat kader Muhammadiyah sejati yang menjadikan Muhammadiyah menjadi kuat, bertahan lama dan terus berkembang karena hadirnya orang-orang seperti ini.

Sudahkan kita menjadi kader Muhammadiyah yang sejati?

*Mahasiswa Doktoral UIA

Related posts
Opini

Merenungkan 5 Pertanyaan Kritis Buya Ahmad Syafi’I Ma’arif pada Muktamar ke-48

Muktamar Muhammadiyah yang ke-48 dimulai hari ini. Gelaran musyawarah tertinggi salah satu ormas…
Read more
Opini

Dari Zaman Kolonial Hingga Milenial, 110 Tahun Muhammadiyah Berdiri

Oleh Ilham Ibrahim Tepat berusia 110 tahun, lahir di desa Kauman tahun 1912, Muhammadiyah lahir…
Read more
Opini

Isu Stunting, Telat Masuk Sekolah, dan Muktamar Aisyiyah ke-48

Saya memutuskan untuk tidak ikut dulu rombongan penggembira Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ke-48 di…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter
Sign up for Davenport’s Daily Digest and get the best of Davenport, tailored for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *